Suara Pembaca Perdetiknews

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara — Mayjen TNI (purn) H. Andi Sumangerukka, SE.,MM

Berikan penilaian, sampaikan evaluasi dan ikut membangun Sulawesi Tenggara.

PollingHasil & RankingKritik & Saran

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?

Bidang yang paling perlu dievaluasi:

Kritik dan saran (opsional)


Hasil Sementara

Sangat puas100%
1 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas0%
0 suara
Total responden: 1. Jajak pendapat pembaca, bukan survei ilmiah/probabilistik.

Statistik Polling

Total responden1
Target100
Periode2026-09-09T10:10 — 2026-12-10T10:10

Ranking

1Mayjen TNI (purn) H. Andi Sumangerukka, SE.,MM
Provinsi Sulawesi Tenggara · 1 responden
100%

Jakarta – Pasukan Garda Revolusi Iran mengumumkan zona terlarang baru selain Selat Hormuz. Wilayah tersebut mencakup perairan yang membentang jauh melewati Selat Hormuz hingga ke Laut Arab.

Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), Iran pertama kali mengumumkan zona terlarang tersebut pada awal pekan ini di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Oman mengenai rute pelayaran sementara yang melintasi selat itu.

Pasukan Iran telah membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sejak dimulainya perang dengan Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari. AS sendiri telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah, juru bicara Garda Revolusi, Hossein Mohebi, mengatakan bahwa zona terlarang tersebut akan mencakup “sebagian Laut Oman dan sebagian Laut Arab, di sepanjang rute yang mengarah ke Selat Hormuz”.

Ia menambahkan bahwa koordinat tepatnya akan diumumkan kemudian. “Jika sebuah kapal memasuki wilayah tersebut tanpa koordinasi, kapal itu akan dikenai sanksi oleh kami,” ujar Hossein Mohebi.

“Artinya, sebagai contoh, jika kapal tersebut nantinya ingin datang dan menggunakan Selat Hormuz, atau ingin mendapatkan layanan di suatu tempat-seperti asuransi atau layanan terkait lainnya-kami tidak akan memberikan layanan-layanan tersebut,” lanjutnya.

Teheran menuntut agar kapal-kapal meminta izin sebelum melintasi selat tersebut, sembari menegaskan bahwa tidak akan ada lagi sistem navigasi tanpa hambatan seperti sebelum perang.

Pada Selasa, pasukan Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal yang mencoba melintasi Hormuz tanpa koordinasi. Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan pada Minggu bahwa AS setiap malam berupaya membantu lima atau enam kapal untuk melintas.

Dalam pernyataannya pada Rabu, Mohebi mengatakan bahwa perang dengan Amerika Serikat dapat berakhir jika Washington menghentikan “ancaman-ancaman baru, menarik pasukan rezim Israel dari Lebanon, dan mengakhiri blokade terhadap Yaman”.

Ia lebih lanjut mendesak AS untuk melepaskan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS yang dibekukan, serta menahan diri dari segala bentuk campur tangan terhadap kemampuan nuklir dan rudal negara tersebut.

Iran telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai AS memenuhi tuntutan tersebut.

sumber: detik news

60 / 100 Skor SEO