BERLIN – Adidas menghadapi gelombang kritik setelah menampilkan seorang mantan tentara Israel dalam kampanye promosi layanan Single Shoe, program yang memungkinkan penyandang disabilitas membeli satu sepatu sesuai kebutuhan.

Kampanye tersebut ditampilkan di sejumlah gerai Adidas di Israel dan melibatkan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya akibat luka yang dialaminya dalam konflik Israel-Gaza pada 2021.

Kemunculan Biton dalam kampanye itu memicu kritik dan seruan boikot dari kelompok serta aktivis pro-Palestina.

Mereka menilai pemilihan figur tersebut tidak tepat karena kampanye mengenai penyandang amputasi dilakukan ketika ribuan warga Palestina di Gaza juga mengalami kehilangan anggota tubuh akibat konflik.

Koordinator kampanye boikot olahraga dari Palestine Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI), Stephanie Westbrook, menyebut kampanye tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh maupun orang-orang terkasih dalam konflik.