WASHINGTON D.C. – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Amerika Serikat (AS) secara resmi mendesak seluruh warganya untuk segera meninggalkan Iran. Peringatan keras ini muncul di tengah meningkatnya retorika militer Washington terhadap Teheran terkait program nuklir dan rudal balistik.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengumumkan pada Jumat (27/2/2026) bahwa Iran kini ditetapkan sebagai “Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah”. AS menuduh Republik Islam tersebut menggunakan warga asing sebagai alat tawar politik.

“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami mengulangi seruan kepada warga Amerika di Iran untuk segera pergi,” tegas Rubio. Ia bahkan mengancam akan membatasi penggunaan paspor AS untuk perjalanan ke wilayah Iran.

Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proses negosiasi yang berlangsung di Jenewa. Ia menegaskan tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang masih mengizinkan Iran melakukan pengayaan uranium.

“Mereka seharusnya membuat kesepakatan, tetapi tidak mau melangkah cukup jauh. Saya tidak senang dengan negosiasi ini,” ujar Trump singkat.

Senada dengan itu, Pentagon dilaporkan telah mengerahkan dua kelompok serang kapal induk dan aset udara tambahan ke wilayah Timur Tengah sebagai bentuk “postur pencegahan”.

Wakil Presiden J.D. Vance berusaha menenangkan publik Amerika terkait potensi serangan militer. Ia meyakinkan bahwa jika terjadi eskalasi, hal itu tidak akan berujung pada perang berkepanjangan seperti intervensi AS di masa lalu.

“Tidak ada kemungkinan perang yang berlangsung bertahun-tahun,” kata Vance, merujuk pada kesiapan militer AS yang lebih taktis kali ini.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru mengklaim adanya “kemajuan baik” dalam pembicaraan di Jenewa, terutama terkait pembatasan nuklir dan pencabutan sanksi. Namun, langkah Washington yang memerintahkan evakuasi warga memicu spekulasi bahwa AS sedang mempersiapkan opini publik untuk kemungkinan serangan militer dalam waktu dekat. (red)

48 / 100 Skor SEO