BOGOR – Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras kepada jajaran Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah yang dinilai buruk dan mengancam citra pariwisata nasional. Kepala Negara menegaskan bahwa keinginan ekonomi sektor pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), Presiden menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang kini mulai dikeluhkan oleh tokoh-tokoh internasional. Menurutnya, Citra Bali sebagai destinasi unggulan kini tengah dipertaruhkan.
“Pariwisata merupakan sektor yang paling cepat menciptakan lapangan kerja. Namun, sektor ini tidak akan bertahan apabila lingkungan, khususnya Bali, dibiarkan kumuh dan kotor,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden perdagangan Gubernur Bali dan para Bupati untuk mengambil tanggung jawab penuh tanpa saling menyalahkan. Langkah konkret seperti melibatkan masyarakat dan sekolah dalam kerja bakti rutin harus segera dilakukan guna mengembalikan keasrian Pulau Dewata.
Lebih lanjut, Presiden memberikan ultimatum bahwa pemerintah pusat siap mengambil alih penanganan sampah jika pemerintah daerah tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia bahkan menyatakan kesiapannya mengerahkan kekuatan TNI, Polri, hingga BUMN untuk melakukan aksi pembersihan massal.
Teguran ini menjadi sinyal kuat bagi para pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa aspek lingkungan atau Environmental , Social, and Governance (ESG) kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga daya saing industri pariwisata Indonesia di mata dunia. (red)


Tinggalkan Balasan