KENDARI — Bank Sultra untuk sementara memimpin perolehan medali dalam ajang Finance, Sport and Art (Finspora) 2026 setelah memborong tiga medali emas dan dua medali perak.
Tiga medali emas tersebut diraih dari cabang badminton, tenis lapangan, dan Fun Run 5K putri. Sementara dua medali perak diperoleh dari Fun Run 5K putra dan lomba yel-yel.
Direktur Utama Bank Sultra sekaligus Ketua FKIJK Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan seluruh insan Bank Sultra.
“Capaian awal ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta semangat kebersamaan seluruh insan Bank Sultra,” ujar Andri.
Finspora 2026 resmi dibuka Wali Kota Kendari Hj. Siska Karina Imran di kawasan The Park Kendari, Sabtu (2/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 itu dirangkaikan dengan Sultra Maimo dan Festival Kuliner. Finspora menjadi ajang mempererat kebersamaan insan industri keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah.
Finspora sebelumnya dikenal sebagai Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (Porsebank), ajang dua tahunan yang digagas Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sultra untuk memperkuat kebersamaan dan sportivitas antarpegawai perbankan.
Pada 2026, cakupan kegiatan diperluas dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pimpinan dan insan industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.
Pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra Edwin Permadi, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, Andri Permana Diputra Abubakar, serta jajaran pimpinan perbankan dan lembaga keuangan se-Sultra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, mengatakan pelaksanaan Sultra Maimo dan Finspora 2026 memiliki sejumlah tujuan strategis, salah satunya mendorong kemajuan UMKM.
Sebanyak 50 booth kuliner disiapkan, terdiri atas 20 UMKM lokal dan 30 UMKM nasional.
Kehadiran pelaku usaha dari berbagai daerah diharapkan membuka peluang bagi UMKM Sultra untuk meningkatkan daya saing hingga pasar nasional.
Kegiatan tersebut juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui penggunaan QRIS serta berbagai program perbankan dalam kerangka Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Selain pameran kuliner, kopi, dan wastra, rangkaian kegiatan diisi dengan business matching, forum investasi hingga fasilitasi ekspor bagi UMKM.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengapresiasi sinergi Bank Indonesia, OJK, dan FKIJK yang memilih Kota Kendari sebagai pusat pelaksanaan kegiatan berskala provinsi tersebut.
Siska juga menyoroti inovasi pengelolaan sampah plastik yang diterapkan di lokasi kegiatan. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan konsep ekonomi sirkular.
Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan industri perbankan diperlukan agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Pemkot Kendari bahkan berencana membawa produk UMKM lokal dalam pameran UMKM internasional di Tiongkok.
Siska optimistis rangkaian kegiatan selama sepekan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Terlebih, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari pada triwulan kedua disebut telah mencapai 51 persen.
Andri menegaskan Finspora bukan sekadar kompetisi untuk mengejar prestasi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antar-lembaga jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.
Pelaksanaan Finspora 2026, Sultra Maimo, dan Festival Kuliner di The Park Kendari diharapkan menjadi penggerak kebersamaan sekaligus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Masyarakat Kendari dan sekitarnya juga diharapkan turut meramaikan kegiatan hingga 9 Agustus 2026 serta mendukung produk-produk UMKM lokal yang dipamerkan.
Editor: Ikhsan






Tinggalkan Balasan