Ekobis

Ekonomi Sultra Triwulan I-2025 Tumbuh Solid 5,66%

128
×

Ekonomi Sultra Triwulan I-2025 Tumbuh Solid 5,66%

Sebarkan artikel ini

Kendari, – Ekonomi Sulawesi Tenggara menunjukkan ketahanan yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,66 persen pada triwulan I-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y). Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan triwulan IV-2024, ekonomi provinsi ini terkontraksi sebesar -6,46% (q-to-q), sebuah pola musiman yang lazim terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Surianti Toar, dalam siaran persnya di kantor BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (5/5/2025), mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh aktivitas domestik yang stabil. Meskipun tumbuh positif secara tahunan, angka 5,66% ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I-2024.

Hampir Semua Sektor Usaha Tumbuh Positif

Kabar baiknya, hampir seluruh lapangan usaha yang menjadi kontributor utama ekonomi Sulawesi Tenggara mencatatkan pertumbuhan positif pada triwulan I-2025 (y-on-y). Empat dari lima sektor terbesar, yaitu Pertanian, Pertambangan, Perdagangan, dan Industri Pengolahan, semuanya menunjukkan tren kenaikan.

Sektor Industri Pengolahan menjadi yang paling kinclong pertumbuhannya, didorong oleh peningkatan aktivitas industri makanan dan minuman seiring momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, lonjakan produksi industri minyak nilam, serta kenaikan produksi industri logam dasar. Sektor Akomodasi dan Makan Minum juga menikmati pertumbuhan signifikan berkat ramainya aktivitas kuliner selama bulan puasa. Tak ketinggalan, sektor Jasa Lainnya turut tumbuh didukung oleh meningkatnya permintaan layanan pribadi dan aktivitas rekreasi selama libur panjang di awal tahun.

Pertambangan Jadi Sumber Pertumbuhan Terbesar

Lebih lanjut, sektor Pertambangan dan Penggalian menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan I-2025 (y-on-y), dengan kontribusi mencapai 1,50%. Pertumbuhan ini dipicu oleh kebijakan pemerintah terkait pertambangan bijih logam yang meningkat, didukung oleh aktivitas tambang bijih nikel yang menggeliat serta pembukaan tambang nikel baru yang telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lagi Viral, Baca Juga  Inflasi Sultra Melandai, NTP Petani Terjun Bebas

Sektor Industri Pengolahan juga memberikan andil besar dalam pertumbuhan, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik, terutama untuk produk makanan dan minuman selama Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, antisipasi terhadap kebijakan pembatasan kuota produksi nikel dari Kementerian ESDM turut mendorong peningkatan produksi feronikel pada industri logam dasar.

Perdagangan Besar dan Eceran terus menunjukkan pertumbuhan seiring dengan meningkatnya permintaan domestik, terutama pada omset perdagangan besar dan eceran bahan makanan yang naik sebesar 9,08 persen. Aktivitas pengiriman barang juga mencerminkan tren positif ini, dengan muatan barang angkutan laut melonjak 124,20 persen dan angkutan udara meningkat 14,00 persen dibandingkan triwulan I-2024.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan juga masih tumbuh positif, didorong oleh peningkatan produksi komoditas unggulan seperti padi yang naik 43,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta peningkatan aktivitas tanam dan panen komoditas nilam.

Konsumsi Rumah Tangga Solid, PKP Melambat

Konsumsi Rumah Tangga terus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, didukung oleh inflasi yang terkendali dan daya beli masyarakat yang stabil. Kelompok konsumsi yang mencatatkan pertumbuhan tinggi antara lain makanan dan minuman, serta moda transportasi seiring dengan tradisi mudik lebaran.

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh positif meskipun melambat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan realisasi belanja pegawai karena adanya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang dicairkan secara bertahap sejak Maret. Di sisi lain, realisasi belanja modal dan belanja barang jasa mengalami penurunan sebagai dampak dari efisiensi anggaran sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Secara keseluruhan, ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan I-2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan dukungan dari sektor pertambangan dan industri pengolahan. Meskipun kontraksi musiman terjadi, pertumbuhan tahunan yang solid memberikan harapan untuk kinerja ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Lagi Viral, Baca Juga  Sultra Tak Mau Lagi Tergantung Pusat, Gubernur ASR Dorong Investasi demi PAD

Pemerintah daerah dan pusat perlu terus menjaga stabilitas sektor-sektor unggulan serta mendorong investasi dan efisiensi belanja untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!