Kendari — Ketua Yayasan Ummusabri Kendari, Dr Sukriyanto, menegaskan pihaknya mendukung langkah Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) dalam melakukan penataan aset pemerintah daerah.
Sukriyanto menyebut penataan aset tidak semestinya dimaknai sebagai upaya penggusuran ataupun pengambilalihan Yayasan Ummusabri. Menurutnya, penataan merupakan bagian dari perbaikan administrasi dan tata kelola aset pemerintah.
Hal itu disampaikan Sukriyanto saat Gubernur ASR berkunjung ke Yayasan Ummusabri Kendari, Kamis (10/9/2026).
“Kami di Ummusabri alhamdulillah semuanya, seirama semua,” kata Sukriyanto dalam sambutannya.
Sukriyanto bahkan menyebut pihak yayasan secara tegas mendukung komitmen Gubernur Sultra dalam menata aset milik pemerintah provinsi.
Menurut dia, penataan aset dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari pencatatan ulang, pengadministrasian, pendokumentasian hingga perbaikan tata kelola.
“Penataan itu bisa pencatatan ulang, bisa pengadministrasian, bisa pendokumentasian, bisa perbaikan tata kelola,” ujarnya.
Sukriyanto mengatakan pihak Ummusabri memahami posisi pemerintah daerah dalam melakukan penataan aset. Karena itu, pihak yayasan tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik yang justru mengganggu kegiatan pendidikan.
Dia menilai adanya anggapan bahwa penataan aset berarti seluruh bangunan akan digusur atau lembaga pendidikan akan diambil alih merupakan pemahaman yang keliru.
Menurut Sukriyanto, pemerintah dan yayasan seharusnya melihat persoalan tersebut secara dewasa dan mencari mekanisme yang dapat memberikan kepastian bagi kedua pihak.
Sebelumnya, Gubernur ASR juga telah menegaskan bahwa penataan aset Ummusabri bukan langkah untuk mengambil alih yayasan maupun mengganggu kegiatan pendidikan.
“Tidak ada cerita nanti pemerintah mengambil alih, terus guru-gurunya disingkirkan semua, terus diambil alih. Bukan begitu. Itu omong kosong,” tegas ASR.
Dalam kesempatan tersebut, Sukriyanto juga memaparkan perjalanan panjang Ummusabri. Dia menyebut lembaga pendidikan tersebut sempat mengalami masa sulit pada 1999 hingga 2012.
Saat itu, jumlah siswa seluruh jenjang disebut tidak mencapai 300 orang. Kondisi asrama juga masih memprihatinkan dan kerap mengalami banjir.
Kondisi tersebut kemudian mendorong yayasan melakukan pembenahan tata kelola sejak 2014.
Menurut Sukriyanto, proses pembenahan dilakukan antara lain melalui sistem rekrutmen berbasis meritokrasi. Guru, tenaga kependidikan hingga kepala sekolah menjalani proses asesmen untuk memastikan kualitas sumber daya manusia.
Pembenahan tersebut, kata dia, kemudian berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Saat ini, Ummusabri disebut telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan yang memiliki ribuan peserta didik. Sukriyanto menyebut total siswa mencapai 2.315 orang, dengan lebih dari 500 santri tinggal di asrama.
Ummusabri juga mengembangkan program pendidikan dengan kurikulum nasional serta kurikulum internasional, termasuk Cambridge dan Oxford.
Sukriyanto berharap proses penataan aset yang dilakukan Pemprov Sultra justru dapat memberikan kepastian bagi keberlangsungan Ummusabri.
Dia menegaskan pihaknya siap berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari formula terbaik dalam pengelolaan aset tersebut.
“Kalau lahan ini tetap diamanahkan, insya Allah pasti kami akan kembangkan dan ini komitmen kami,” ujarnya.
Sukriyanto juga berharap Ummusabri dapat terus berkembang menjadi destinasi pendidikan dan salah satu lembaga pendidikan yang membanggakan Sulawesi Tenggara.
Baginya, penataan aset dan keberlanjutan pendidikan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan bersama selama pemerintah dan yayasan membangun komunikasi serta tata kelola yang jelas.
Editor: Ixan

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Wali kota Kendari

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Muna Barat?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Kolaka ?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe Selatan?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe Kepulauan?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Kolaka Utara?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Muna?

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Buton Selatan?






Tinggalkan Balasan