Makassar — Kabar membanggakan datang dari Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. dr. Dewi Febrianty Kalenggo, Sp.Neuro resmi menyandang gelar dokter spesialis neurologi setelah menyelesaikan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

Momen bersejarah itu berlangsung dalam acara penyerahan brevet dan pengambilan sumpah dokter spesialis neurologi di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Senin (7/9/2026).

dr. Dewi merupakan ASN tugas belajar dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara. Ia menjalani pendidikan selama 3 tahun 8 bulan dan berhasil menorehkan IPK 3,96.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, dr. Dewi siap kembali ke Konawe Utara untuk mengabdikan ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan spesialis.

Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena dr. Dewi dipersiapkan menjadi dokter spesialis neurologi yang akan kembali mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

Ia menjadi salah satu dari 13 peserta yang sebelumnya telah menjalani yudisium dan kemudian mengikuti prosesi penyerahan brevet serta pengambilan sumpah dokter spesialis.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH, FINASIM, Sp.GK.

Dalam acara itu, dr. Dewi dipercaya mewakili para peserta penerima brevet dan pengambil sumpah untuk menyampaikan kesan dan pesan.

Dalam sambutannya, dr. Dewi mengungkapkan bahwa brevet yang diterima bukan sekadar tanda kelulusan. Di baliknya terdapat perjalanan panjang, perjuangan, kelelahan hingga pengorbanan waktu bersama keluarga.

Ia menyebut selama menjalani pendidikan, para peserta harus melewati malam-malam panjang tanpa tidur, menghadapi pasien dalam kondisi kritis hingga mengambil keputusan sulit di ruang perawatan.

Namun, perjalanan tersebut justru mengajarkan arti ketangguhan.

“Ketangguhan bukan berarti tidak pernah merasa lemah. Ketangguhan adalah kemampuan untuk tetap berdiri, kembali belajar, dan melanjutkan tanggung jawab meskipun langkah terasa berat,” kata dr. Dewi dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru besar, dokter konsulen dan dosen yang telah membimbing selama proses pendidikan.

Menurutnya, menjadi dokter spesialis bukan hanya tentang memiliki pengetahuan lebih banyak, tetapi juga membawa tanggung jawab yang lebih besar.

“Menjadi seorang spesialis bukan hanya tentang mengetahui lebih banyak, melainkan tentang bertanggung jawab lebih besar,” ujarnya.

Bagi dr. Dewi, ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus menjadi bekal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia pun mengingatkan dirinya bersama para dokter spesialis lainnya agar tidak hanya membawa gelar, tetapi juga menjaga etika, integritas dan kepedulian terhadap pasien.

“Hari ini kami kembali diingatkan bahwa ilmu kedokteran bukan hanya sebuah keahlian, melainkan sebuah amanah,” tuturnya.

Momen tersebut juga menjadi kebanggaan besar bagi keluarga.

dr. Dewi merupakan putri pertama pasangan Ir. Muhammad Kalenggo dan Ewy Shinta Tongasa, S.Pd. Dalam prosesi tersebut, ia didampingi sang suami, Ahmad Faisal, ST, bersama dua anaknya, Ainayya Zahira Faisal dan Aadiyat Asyraaf Faisal.

Turut hadir pula sang adik, dr. Nabila Syahrani Kalenggo.

Dalam sambutannya, dr. Dewi memberikan penghormatan khusus kepada keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dari perjuangannya.

Menurutnya, keberhasilan meraih gelar spesialis tidak pernah menjadi perjuangan seorang diri.

Ada doa orang tua, dukungan pasangan dan pengorbanan anak-anak yang harus rela kehilangan waktu bersama selama dirinya menjalani pendidikan.

“Keberhasilan ini tidak pernah benar-benar berdiri atas nama kami seorang diri,” katanya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar Sp.Neuro, dr. Dewi bersiap kembali ke Konawe Utara.

Ilmu yang diperolehnya di Unhas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan di bidang neurologi.

Keluarga pun berharap gelar yang diraih dr. Dewi dapat benar-benar menjadi jalan pengabdian.

Tetap rendah hati, memiliki kepekaan sosial dan melayani pasien dengan sepenuh hati menjadi pesan yang diharapkan terus dipegang dalam menjalankan profesinya.

Rangkaian perjalanan akademiknya juga akan berlanjut. Pada Selasa (8/9/2026), dr. Dewi dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda Universitas Hasanuddin di Auditorium A.P. Pettarani bersama para lulusan dari berbagai fakultas dan program studi.

Editor: Ixan

68 / 100 Skor SEO