KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menerapkan sistem seleksi ketat dan berbasis digital dalam Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Andrian Nursalam, menyampaikan bahwa penerapan sistem digital ini merupakan implementasi dari regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan terukur.

Hal itu disampaikan dalam laporan pada pembukaan Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Hotel Plaza Kubra, Senin (18/5/2026).

Andrian menjelaskan, seleksi tahun ini diikuti 77 peserta dari 16 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Awalnya terdapat 78 peserta, namun satu peserta dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi yang terdeteksi secara otomatis oleh sistem.

“Seleksi tahun ini sudah menggunakan by system. Jadi ketika tidak memenuhi syarat, seperti usia atau ketentuan lainnya, sistem langsung menolak dan tidak bisa diproses,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan sistem gugur dan standar yang ketat, mulai dari verifikasi berkas, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga tes kesehatan dan kemampuan fisik.

Adapun tahapan seleksi meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), tes kesehatan dan parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, penelusuran rekam jejak media sosial, psikotes, wawancara, hingga pantukhir.

Menurutnya, aspek digitalisasi juga diterapkan pada beberapa tahapan seperti TWK dan TIU yang dilakukan secara online, sehingga proses penilaian lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, panitia juga melakukan penelusuran rekam jejak media sosial peserta sebagai bagian dari penilaian karakter dan integritas calon Paskibraka.

“Semua dilakukan untuk memastikan yang terpilih benar-benar terbaik, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, intelektual, dan moral,” kata Andrian.

Seleksi Paskibraka Sultra 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Mei 2026, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, psikolog, serta Purna Paskibraka Indonesia.

17 / 100 Skor SEO