KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi membuka Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Senin (18/5/2026), di Hotel Plaza Kubra.
Sebanyak 77 pelajar terbaik dari 16 kabupaten/kota mengikuti proses seleksi ketat untuk memperebutkan posisi sebagai anggota Paskibraka Provinsi Sultra sekaligus utusan ke tingkat nasional di Jakarta.
Pembukaan kegiatan dilakukan melalui sambutan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka yang dibacakan oleh Asisten 1 Setda Sulawesi Tenggara, Fahri Yamsul.
Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa program Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial pengibaran bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan bagian dari proses kaderisasi generasi muda yang berkarakter Pancasila, disiplin, nasionalis, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Paskibraka merupakan wadah kaderisasi generasi muda bangsa yang berkarakter Pancasila, berjiwa nasionalis, disiplin, tangguh, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Fahri Yamsul saat membacakan sambutan gubernur.
Ia menyebut, para peserta yang hadir merupakan putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara yang telah melewati proses seleksi ketat di tingkat kabupaten dan kota masing-masing. Karena itu, peserta diminta menjaga sportivitas dan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara bertanggung jawab.
Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, juga menekankan pentingnya sistem seleksi yang objektif dan transparan demi menghasilkan calon Paskibraka berkualitas yang mampu membawa nama daerah di tingkat nasional.
“Kepada seluruh tim seleksi, saya menitipkan amanah besar agar proses penilaian dilakukan secara objektif, jujur, dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Andrian Nursalam, dalam laporannya menjelaskan bahwa seleksi tahun ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka dan sejumlah regulasi teknis dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Andrian mengungkapkan, awalnya terdapat 78 peserta yang terdaftar. Namun satu peserta dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan sistem administrasi berbasis digital yang diterapkan BPIP.
“Seleksi tahun ini cukup ketat karena sudah menggunakan by system. Ketika umurnya kurang atau lebih langsung tertolak di sistem dan tidak bisa diproses lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta akan menjalani sembilan tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi dan pengukuran tinggi badan, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), tes kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, penelusuran rekam jejak media sosial, hingga psikotes dan pantukhir.
Menurut Andrian, seluruh tahapan menggunakan sistem gugur untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memenuhi standar nasional.
“Kalau tinggi badan tidak sesuai, otomatis gugur. Walaupun sudah diseleksi di kabupaten/kota, di tingkat provinsi tetap diverifikasi ulang demi mendapatkan kualitas terbaik,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa passing grade TWK untuk tingkat nasional ditetapkan minimal 70. Namun untuk kebutuhan tingkat provinsi, pihaknya masih membuka kemungkinan penyesuaian nilai sesuai kebutuhan kuota daerah.
Seleksi Paskibraka Sultra 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Mei 2026, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga kesehatan, psikolog, profesional, hingga Purna Paskibraka Indonesia.
Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Sultra memastikan seluruh proses tetap berjalan maksimal melalui dukungan berbagai pihak.
“Apapun kondisinya, NKRI harga mati,” tegas Andrian disambut tepuk tangan peserta dan tamu undangan. (red)





Tinggalkan Balasan