Kendari – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 resmi memasuki babak krusial. Mulai besok, Senin (18/5/2026) hingga Kamis (21/5/2026), para pelajar SMA sederajat terbaik dari Bumi Anoa akan bertarung sengit memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.

Kabar mengenai kesiapan agenda penting ini dibenarkan langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andrian, S.E., M.M. Guna memastikan proses penyaringan berjalan objektif dan profesional, pihak Kesbangpol dipastikan menggandeng berbagai lintas sektor terkait.

“Iya benar (akan digelar mulai besok),” ujar Andrian saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Andrian menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan seleksi kali ini, pihaknya akan melibatkan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulawesi Tenggara, TNI-Polri, Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Keterlibatan tim medis dan aparat keamanan ini penting untuk menunjang seluruh rangkaian tes, terutama pada pemeriksaan fisik dan ketahanan jasmani para peserta.

Berdasarkan lini masa resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tahapan seleksi di tingkat provinsi ini memang dijadwalkan berlangsung pada akhir April hingga akhir Mei. Momentum ini menjadi penyaringan lanjutan setelah para peserta dinyatakan lolos dari seleksi ketat di tingkat Kabupaten/Kota se-Sultra yang telah rampung sebelumnya.

“Seleksi Provinsi (digelar) April Mg.4 (sampai) Mei Mg.4,” demikian termaktub dalam dokumen lini masa resmi Paskibraka 2026.

Ajang seleksi tahun ini menjadi tantangan besar bagi para peserta untuk mempertahankan prestasi gemilang yang ditorehkan oleh pendahulu mereka. Pada tahun 2025 lalu, Sulawesi Tenggara sukses mengirimkan dua putra-putri terbaiknya ke tingkat nasional.

Perwakilan Paskibraka Nasional 2025 asal Sultra tersebut adalah Muhammad Faiq Alimuddin dari MAN 1 Kendari (Kota Kendari) dan Wa Ode Alika Zea Chanidya dari SMAN 1 Lawa (Kabupaten Muna Barat). Keduanya sukses terpilih untuk mewakili Provinsi Sultra di tingkat pusat dan mengemban tugas di istana.

Para peserta utusan kabupaten/kota di Sultra yang mengikuti seleksi kali ini tidak hanya dinilai dari ketahanan fisik dan baris-berbaris saja. Merujuk pada aturan resmi, mereka harus memenuhi kriteria fisik yang sangat spesifik, mulai dari tinggi badan ideal untuk putra minimal 170 cm hingga maksimal 180 cm , serta putri minimal 165 cm hingga maksimal 175 cm.

Selain itu, bentuk kaki juga diperiksa secara ketat agar tidak O (O been) atau X (X been) melebihi 5 cm serta tidak memiliki telapak kaki datar (flat foot).

Di samping kesiapan fisik yang prima, ketahanan ideologi Pancasila juga menjadi menu wajib yang harus dikuasai oleh para calon Paskibraka Sultra. Materi soal Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dipastikan mengacu pada Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila Kelas X.

Nantinya, putra-putri terbaik Sultra yang berhasil lolos di tingkat provinsi masih harus melewati tahapan Verifikasi Pusat yang dijadwalkan pada pekan ketiga Juni 2026.

Pengumuman final untuk tingkat pusat sendiri baru akan dirilis pada pekan pertama Juli 2026 , disusul oleh pengumuman tingkat daerah. Siapakah utusan terbaik dari Sulawesi Tenggara yang akan mengikuti jejak Faiq dan Alika untuk melenggang ke Istana Negara pada 17 Agustus 2026 mendatang? Kita tunggu hasil seleksinya!. (red)

 

9 / 100 Skor SEO