KOLAKA UTARA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Multiguna Usaha Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) mulai tancap gas membuka akses investasi lintas negara. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari transformasi kelembagaan demi mendongkrak pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama Perumda Multiguna Usaha Kolaka Utara, Simon Takaendengan, menegaskan bahwa perubahan status dari Perusda menjadi Perumda menuntut pola kerja yang lebih modern, profesional, dan inovatif. Menurutnya, sistem lama sudah tidak relevan untuk menjawab tantangan persaingan usaha saat ini.

“Tantangan pengelolaan badan usaha daerah saat ini mengharuskan adanya perubahan pendekatan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujar Simon, Rabu (13/5/2026).

Sebagai bukti keseriusan, Perumda turut ambil bagian dalam forum Industry, Trade and Investment yang digelar Dinas Perindustrian Kolut pada 11 Mei lalu. Forum bergengsi ini menjadi ajang “pamer” potensi sumber daya alam (SDA) kepada para investor dan perwakilan diplomatik.

Tak main-main, sejumlah konsulat jenderal negara sahabat turut hadir memantau potensi investasi di Kolaka Utara, di antaranya:

  • Australia

  • Korea Selatan

  • Amerika Serikat

  • Jerman

  • Belanda

Dalam pertemuan tersebut, Perumda fokus menjajaki peluang kerja sama di sektor pengembangan kakao dan kopra untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Simon menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyusun rencana bisnis jangka panjang yang ambisius. Fokus utamanya mencakup:

  1. Sektor Pertambangan: Optimalisasi potensi mineral daerah.

  2. Hilirisasi Produk Lokal: Menambah nilai jual komoditas sebelum keluar daerah.

  3. Peran sebagai Offtaker: Perumda akan menjadi pembeli hasil produksi masyarakat untuk menjamin stabilitas harga dan pemasaran.

Pihak Perumda optimistis langkah besar ini akan berjalan mulus berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kolaka Utara. Simon yakin, kemitraan produktif dengan investor lokal maupun mancanegara akan menjadi ujung tombak ekonomi berkelanjutan di Kolut.

“Perumda tidak lagi dapat berjalan dengan sistem lama. Dibutuhkan terobosan dan kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat pengembangan usaha dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

(red/perdetik)

49 / 100 Skor SEO