Buton – Lahan milik dua wanita lanjut usia (lansia), Samsia dan Mira, di Kelurahan Holimombo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga diserobot. Aksi itu kemudian berujung masuk ke ranah hukum, lantaran seorang warga berinisial H mengeklaim memiliki dasar penguasaan atas lahan tersebut.

Padahal, tanah yang diwariskan secara turun-temurun itu disebut memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), sehingga status hukumnya dinilai sangat jelas dan kuat. Namun, bukti kepemilikan sah itu justru tidak dihargai oleh terduga pelaku.

Mirisnya, lahan milik dua lansia yang berdampingan dan dimanfaatkan sebagai kebun jambu mete, kakao, serta salak, dilaporkan rusak setelah sejumlah pohon produktif yang menjadi sumber penghidupan keduanya ditebang tanpa izin.

Dengan harapan memperoleh kembali hak atas tanah tersebut, keluarga kedua lansia kemudian melaporkan perkara itu ke Kepolisian Resor (Polres) Buton pada Jumat (17/4/2026), didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Buton.

Ketua LBH HAMI Buton, Apri Awo, mengatakan sebelum laporan dibuat, sempat terjadi cekcok antara pihak yang diduga menyerobot dengan pemilik lahan pada Kamis (16/4).

Apri menuturkan, terduga penyerobotan itu mengaku memiliki kerja sama dengan Presiden ke-1 Republik Indonesia, Bung Karno (Soekarno) dan menjadikan hal itu sebagai dalil penguasaan lahan dan penebangan tanaman milik kedua lansia tersebut.

Pada Senin (27/4), lima orang saksi dihadirkan langsung ke Polres Buton untuk melakukan pemeriksaan guna mendukung kelancaran proses hukum yang tengah berjalan.

“Lima orang saksi kami hadirkan. Tiga orang saksi batas dan dua saksi fakta. Langsung diatensi oleh Kasat Reskrim Polres Buton,” ungkap Apri kepada Kendariinfo, Senin (27/4).

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Buton, Iptu Anwar, mengatakan proses pemeriksaan saksi masih berlanjut sehingga hasil pemeriksaan belum bisa disimpulkan.

“Prosesnya masih sementara pemeriksaan saksi-saksi, belum bisa ada kesimpulan hasilnya,” ujarnya kepada Kendariinfo, di hari yang sama.

sumber: kendari.info

54 / 100 Skor SEO