Kendari – Arus perubahan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin kencang. Sosok aktivis muda yang dikenal vokal dan progresif, Muh. Arlin Syaputra D., SH, resmi menggebrak bursa calon Ketua DPD KNPI Sultra setelah mengembalikan formulir pendaftaran di hari terakhir, Minggu (8/3/2026).

Langkah Arlin ini bukan sekadar pendaftaran biasa. Di balik pengungkapan formulir tersebut, ia membawa gerbong dukungan masif dari mayoritas Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Sultra serta restu khusus dari barisan Cipayung Plus.

Bukan Arlin namanya jika tidak membawa gagasan segar. Maju dengan tagline “KNPI Sultra Inklusif” , advokat muda ini ingin meruntuhkan tembok eksklusivitas yang selama ini sering membuat jarak antar organisasi pemuda.

“KNPI harus kembali ke khitahnya sebagai rumah besar bagi seluruh pemuda Sultra tanpa kecuali. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada kelompok yang merasa lebih eksklusif dari yang lain. Kita bicara tentang kolaborasi, bukan kompetisi yang memecah belah,” tegas Arlin di hadapan awak media.

Arlin bukan “anak kemarin sore” di dunia gerakan. Ia adalah prototipe pemimpin muda yang tumbuh dari bawah. Latar belakang sebagai mantan Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi bukti kematangannya dalam memimpin massa dan mengawal strategi isu-status.

Transformasi Kepemimpinan Arlin:

  • Akar Rumput: memulai dedikasi sejak bangku sekolah sebagai Ketua OSIS SMKS Yaniar Kolaka dan Ketua Dewan Ambalan Pramuka.

  • Puncak Gerakan Mahasiswa: Memimpin ribuan mahasiswa sebagai Presma BEM UHO dan Ketua Angkatan 2017 FH UHO.

  • Sektor Strategis: Terjun ke dunia profesional sebagai pengurus KONI Sultra dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra.

  • Dunia Hukum: Menunjukkan kapasitas intelektual sebagai Advokat muda yang resmi diangkat Februari 2026 lalu.

Tidak hanya jago di tingkat lokal, Arlin juga memiliki wawasan global sebagai fasilitator delegasi internasional bersama Lowy Institute Australia.

Dukungan mayoritas OKP yang mengalir deras ke arah Arlin menampilkan adanya keinginan kolektif pemuda Sultra untuk dipimpin oleh tokoh yang paham “bahasa organisasi” sekaligus memiliki integritas hukum.

“Pemuda Sultra membutuhkan ruang strategi untuk melahirkan ide-ide besar bagi daerah. KNPI adalah kuncinya, dan kami siap mewujudkannya dengan semangat inklusivitas,” tambah Arlin.

Dengan dukungan Cipayung Plus di sakunya, Arlin kini diprediksi menjadi magnet utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sultra tahun ini. Inginkah kunjungan “KNPI Inklusif” ini membawa perubahan nyata bagi pemuda di Bumi Anoa? Kita nantikan dinamika selanjutnya. (red)

58 / 100 Skor SEO