Kendari – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong percepatan digitalisasi UMKM melalui gelaran Ramadan Sultra Fest 2026.

Dalam kegiatan ini, sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS menjadi andalan transaksi di seluruh tenant.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu fokus utama dalam festival Ramadan tahun ini.

Seluruh pelaku UMKM yang terlibat didorong untuk menggunakan QRIS guna mempermudah transaksi masyarakat.

“Teman-teman UMKM kita harapkan sudah menggunakan QRIS. Dengan begitu transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan tercatat dengan baik,” ujar Edwin.

Sebanyak 30 UMKM, khususnya sektor kuliner, ambil bagian dalam Ramadan Sultra Fest 2026.

BI memastikan para tenant tidak hanya mendapatkan ruang promosi, tetapi juga pendampingan dalam penggunaan sistem pembayaran digital.

Selain mendorong QRIS, BI juga menghadirkan layanan penukaran uang Ramadan secara digital melalui aplikasi PINTAR.

Masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran secara online sebelum melakukan penukaran, guna menciptakan proses yang lebih tertib dan efisien.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya BI memperluas inklusi keuangan dan mempercepat transformasi digital di daerah, khususnya selama momentum Ramadan yang identik dengan tingginya aktivitas transaksi.

Ramadan Sultra Fest 2026 sendiri merupakan hasil sinergi BI bersama Bank Sultra dan Pemerintah Provinsi Sultra.

Kegiatan ini berlangsung hingga 15 Ramadan dan menghadirkan bazar UMKM, edukasi halal, serta Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Melalui festival ini, BI menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi daerah, sekaligus membiasakan masyarakat bertransaksi secara digital di era pembayaran non-tunai. (red)

14 / 100 Skor SEO