KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perbankan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Hal ini ditegaskan sebagai upaya mendorong perekonomian kerakyatan yang lebih sehat dan profesional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D , menyatakan bahwa BPR memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak keuangan yang berhubungan langsung dengan pelaku UMKM di Bumi Anoa.
“BPR diharapkan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga menjadi motor penggerak kerakyatan ekonomi. Oleh karena itu, aspek integritas dan profesionalisme arah serta komisaris harus menjadi fondasi utama,” ujar Asrun Lio saat membuka Pelatihan Sertifikasi Berbasis Kompetensi DPD Perbarindo Sultra di Kendari, Senin (6/1/2026).
Asrun Lio menekankan bahwa pelatihan sertifikasi kompetensi ini tidak boleh hanya dipandang sebagai ketentuan kewajiban administratif sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Lebih dari itu, sertifikasi ini merupakan instrumen penting dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada industri BPR di Sultra.
“Kompetensi direktur dan komisaris sangat menentukan kualitas pengelolaan dana masyarakat. Kita ingin lahir insan perbankan yang mampu memperluas akses permodalan guna menekan angka kemiskinan,” tegasnya di hadapan para peserta dan pengurus Perbarindo.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha , Ketua Bidang Pendidikan DPP Perbarindo, Zinsari , serta Ketua DPD Perbarindo Sultra, Dr. Ahmat, SE., MM . Kehadiran para petinggi otoritas keuangan ini memperkuat sinyal bahwa pengawasan dan pengembangan BPR di Sultra akan semakin diperketat demi keamanan dana masyarakat.
Melalui pelatihan angkatan pertama ini, diharapkan BPR di Sulawesi Tenggara mampu bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang lebih tangguh dan kredibel dalam menghadapi tantangan ekonomi pada tahun 2026. (red)


Tinggalkan Balasan