ASR GubernurkuMetropolis

150 Ibu Pengusaha Mikro Kolaka-Konawe Jadi Penerima Awal Program Mantu Rp2 Juta per Orang

55
×

150 Ibu Pengusaha Mikro Kolaka-Konawe Jadi Penerima Awal Program Mantu Rp2 Juta per Orang

Sebarkan artikel ini

KENDARI, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua meluncurkan inisiatif strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat pondasi ekonomi lokal melalui Program Modal Usaha untuk Ibu-Ibu (Mantu).

Program ini merupakan perwujudan komitmen untuk memberdayakan kelompok paling produktif di Sultra: ibu rumah tangga (IRT) pelaku usaha mikro.

Program Mantu, yang masuk dalam kategori Quick Win ASR-Hugua, menegaskan bahwa pembangunan Sultra harus dimulai dari unit terkecil masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Laode Muhammad Shalihin, menjelaskan bahwa Mantu didesain secara spesifik karena sekitar 60% dari total 313.000 pengusaha mikro di Sultra dijalankan oleh kaum ibu.

“Program ini sangat tepat sasaran. Kami fokus pada ibu rumah tangga yang memiliki usaha di bidang kuliner, sembako, kriya, olahan pangan, hingga usaha rumahan lainnya,” jelas Laode Muhammad Shalihin, merujuk pada urgensi dukungan permodalan tanpa beban bagi kelompok ini.

Pada tahap awal tahun 2025, Pemprov Sultra mengalokasikan dana murni dari APBD Sultra untuk memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp2.000.000 (Dua Juta Rupiah) per orang kepada 150 pengusaha mikro. Bantuan ini bersifat hibah atau tanpa kewajiban pengembalian.

Alokasi awal program Mantu diprioritaskan di dua kabupaten, yakni 100 penerima di Kabupaten Kolaka dan 50 penerima di Kabupaten Konawe. Fokus ini merupakan strategi awal untuk menciptakan model pemberdayaan yang efektif sebelum diperluas ke seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra.

Proses pencairan dana bantuan ini kini menunggu hasil review dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sultra.

Pemprov Sultra memastikan penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui pembukaan rekening bank bagi setiap penerima, demi menjamin dana tersebut langsung sampai ke tangan ibu-ibu pengusaha. Target realisasi program Mantu diharapkan tuntas dalam tahun 2025.

Komitmen ASR-Hugua terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian modal. Dinas Koperasi dan UMKM juga merencanakan kegiatan monitoring intensif pada tahun 2026. Monitoring ini didukung dengan pendampingan teknis yang meliputi pelatihan peningkatan kapasitas, manajemen usaha, pemasaran, dan peningkatan kualitas SDM.

“Kami tidak hanya memberi uang, kami ingin memastikan dana hibah ini benar-benar menjadi pengungkit ekonomi keluarga. Pendampingan ini krusial agar penggunaan dana efektif dan usaha ibu-ibu bisa naik kelas,” tutur Laode.

Dengan adanya Program Mantu, Gubernur Andi Sumangerukka dan Wagub Hugua menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi daerah harus berakar kuat pada pemberdayaan rakyat kecil, menjadikan ibu-ibu pengusaha mikro sebagai pilar utama dalam mewujudkan Sultra yang Mandiri dan Sejahtera.

(ADVERTORIAL/PEMPROV SULTRA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!