KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sinergi dengan koperasi.

Wali Kota Kendari, dr. H. Siska Karina Imran, menyebut keberadaan Koperasi Credit Union (CU) Mentari Kasih sebagai contoh konkret lembaga keuangan berbasis anggota yang mampu tumbuh sehat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Siska saat mengunjungi kantor pusat CU Mentari Kasih di Kendari, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengaku terkesan dengan capaian koperasi tersebut yang kini memiliki 11.106 anggota per 31 Desember 2025.

“Saya kaget ternyata ada koperasi besar dengan gedung representatif seperti ini di Kota Kendari. Ini menunjukkan adanya integritas dan kepercayaan publik yang kuat,” kata Siska.

Menurut dia, pertumbuhan anggota yang signifikan mencerminkan meningkatnya literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan resmi.

Pemerintah kota, kata dia, berkepentingan memastikan ekosistem keuangan lokal tumbuh sehat dan terlindungi dari praktik pinjaman ilegal.

Siska menegaskan koperasi memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan juga sebagai institusi pemberdayaan ekonomi.

Ia menyebut model pendampingan usaha yang diterapkan CU Mentari Kasih sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat UMKM.

“Bukan hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar usaha anggota berkembang. Ini sejalan dengan visi kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pengurus CU Mentari Kasih, Drs. Kasimirus Sado, M.M.Pd., menjelaskan koperasi yang berdiri pada 30 Maret 2017 itu kini dilayani 45 staf manajemen dan memiliki jaringan pelayanan di luar Kota Kendari, termasuk di Kolaka dan Konawe Selatan.

Sejak akhir 2019, koperasi tersebut juga melakukan digitalisasi layanan melalui aplikasi internal yang memungkinkan anggota memantau simpanan dan transaksi secara real-time.

Pemerintah Kota Kendari, kata Siska, terbuka untuk memperluas kolaborasi. Ia menyebut sinergi sebenarnya telah terjalin karena sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan pemkot juga menjadi anggota koperasi tersebut.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih layanan keuangan.

“Jangan mempercayai lembaga yang tidak memiliki lisensi. Manfaatkan bank dan koperasi resmi yang legalitasnya jelas,” ujarnya.

Siska berharap koperasi-koperasi di 65 kelurahan di Kota Kendari dapat membangun kolaborasi serupa sehingga mampu menjawab persoalan ekonomi warga secara kolektif.

Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong penguatan tata kelola, legalitas, dan kapasitas kelembagaan koperasi agar menjadi pilar ekonomi daerah.

“Kita ingin seluruh elemen bersinergi. Dengan kolaborasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi Kendari bisa lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutur Siska. (red

20 / 100 Skor SEO