Nilai tukar rupiah melemah 0,13% ke level 17.113 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Jumat (10/4). Kurs rupiah tertekan kenaikan harga minyak seiring masih adanya ketidakpastian gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran dan sikap hawkish The Federal Reserve dalam risalah rapat terakhir.
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka menguat empat poin di level 17.086 per dolar AS. Namun, rupiah berbalik melemah hingga menyentuh level 17.113 per dolar AS pada pukul 09.45 WIB.
Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana menilai, sejumlah faktor global masih menjadi tekanan utama. Salah satunya, ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda meski ada gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia turut membebani mata uang negara berkembang seperti rupiah. Selain itu, menurut dia, sikap hawkish atau cenderung pada kebijakan moneter ketat dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan lalu yang baru dirilis kemarin (9/4) mendorong penguatan dolar AS.
Adapun dari dalam negeri, menurut Fikri, pasar masih menunggu arah kebijakan fiskal pemerintah, khususnya terkait upaya efisiensi anggaran. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sehingga pergerakan rupiah diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi sentimen positif dan negatif tersebut, ia memperkirakan rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang 17.000– 17.100 per dolar AS.
Di sisi lain, Analis Doo Financial, Lukman Leong masih menilai rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS yang melemah, didorong oleh harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan menguat seiring pelemahan dolar AS, yang dipicu harapan perdamaian setelah adanya upaya Israel melakukan pembicaraan damai dengan Lebanon,” ujarnya.

Selain itu, Lukman juga melihat dolar AS juga tertekan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, termasuk data PCE dan revisi produk domestik bruto (PDB).
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 17.000 hingga 17.100 per dolar AS.(katadata)


Tinggalkan Balasan