Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan siap mendukung proyek nasional “Gentengisasi” yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap seng rumah-rumah rakyat dengan genteng.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Sultra, Martin Effendy Patulak, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait pelaksanaan program tersebut.
“Saya coba cek bagaimana biayanya. Karena kalau perumahan BTN masih menggunakan atap spandek, banyak rumah tangga di Sultra yang tercatat masih menggunakan atap seng dan menjadi target utama program ini,” ujar Effendi.
Menurut Effendi, langkah awal yang akan dilakukan adalah pendataan dari masing-masing kabupaten/kota.
Setelah data terkumpul, baru akan ditentukan kebijakan yang tepat untuk penerapan Gentengisasi di wilayahnya.
Ia menambahkan, penggunaan genteng kemungkinan akan menimbulkan kenaikan biaya. “Nanti kita lihat kebijakannya, karena harganya akan naik kalau pakai genteng,” kata Effendi.
Program Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan bertujuan mengganti atap seng yang panas dan mudah berkarat dengan genteng yang lebih tahan lama, sehat, dan sesuai iklim tropis Indonesia.
Selain meningkatkan kenyamanan dan kesehatan, program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan industri genteng nasional dan koperasi desa.

Presiden Prabowo menekankan keunggulan genteng dalam meredam panas dan mempercantik estetika lingkungan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah siap membiayai program ini melalui APBN setelah skema teknis dan kebutuhan pendanaan dimatangkan.
Effendi menegaskan Sultra akan mendukung Gentengisasi secara bertahap, memperhatikan ketersediaan anggaran dan kapasitas masyarakat.
“Ini akan dibahas bersama pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan