(PADANG) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin gencar menekan angka kecurangan di sektor finansial. Melalui acara Governansi Insight Forum (INFO) di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (4/11), OJK menegaskan bahwa integritas dan tata kelola yang baik adalah fondasi mutlak bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Dewan Audit (KDA) merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, hadir langsung untuk menekankan pentingnya hal tersebut.
“Pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan tanpa integritas dan tata kelola yang baik. Tindakan kecurangan dan korupsi merupakan hambatan besar bagi pembangunan ekonomi,” tegas Sophia. Ia berharap sektor jasa keuangan tidak hanya mengelola uang, tetapi menjadi pilar utama yang menggerakkan roda ekonomi daerah dan nasional.
OJK Pamer Strategi 4 Pilar Anti-Fraud
OJK memaparkan strategi anti-kecurangan yang mencakup empat pilar utama: Assess, Prevent, Detect, dan Respond. Strategi ini tidak hanya diterapkan di internal OJK (dengan capaian SPI OJK 84,87/TERJAGA), tetapi juga diwajibkan bagi seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Strategi Anti-Fraud.
Untuk meningkatkan pengawasan, OJK juga mengoptimalkan teknologi canggih seperti OJK Suptech Integrated Data Analytics (OSIDA) dan Sistem Informasi Pelaku Sektor Jasa Keuangan (SIPELAKU). Kedua sistem ini bertugas mendeteksi anomali dan rekam jejak pelaku kecurangan (fraud) sejak dini.
Sumbar Komitmen: GRC BUMD Wajib Kuat!
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif OJK ini. Mahyeldi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendorong penguatan tata kelola (Governance, Risk, and Compliance – GRC) dan integritas, khususnya di jajaran BUMD.
“Untuk meningkatkan perbaikan tata kelola dan menegakkan integritas, diperlukan penyatuan visi dan penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Mahyeldi.
Forum INFO ini menjadi langkah konkret OJK, Pemda, KPK, dan BPKP untuk menyatukan visi, memastikan Sektor Jasa Keuangan di Sumatera Barat kredibel dan terpercaya, sehingga dapat maksimal mendukung pertumbuhan ekonomi.










