MADINAH – Ketidakpastian jadwal kepulangan kini menggagalkan sejumlah jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi. Hal ini terjadi setelah sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara operasional mereka menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Iran yang memicu penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Maskapai besar seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways , hingga Turkish Airlines dilaporkan membatalkan jadwal penerbangan dari dan menuju hub utama seperti Doha dan Dubai, yang selama ini menjadi jalur transit favorit jemaah Indonesia.

Salah satu jemaah umrah asal Indonesia, Natria Baskoro (37) , yang saat ini berada di Madinah, menceritakan masalahnya. Ia sedianya dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu (1/3/2026) hari ini menggunakan maskapai Qatar Airways via Doha.

“Di sini Alhamdulillah aman, kondisi Madinah kondusif. Tapi saya harus pulang besok, insya Allah. Sampai sekarang rombongan kami masih menunggu informasi lanjutan,” ujar Natria saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).

Meski situasi di kota suci relatif tenang, Natria tak menampik adanya kekhawatiran di kalangan jemaah akibat eskalasi konflik yang melibatkan Presiden AS Donald Trump dan balasan rudal dari Teheran.

Semoga tidak berdampak langsung ke Tanah Suci. Semoga semuanya dilindungi Allah SWT, tambahnya.

Penutupan wilayah udara oleh negara-negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) dilakukan sebagai langkah antisipatif demi keamanan penerbangan. Kebijakan ini berdampak pada operasionalisasi maskapai penerbangan yang berbasis di kawasan tersebut.

Doha dan Dubai yang selama ini menjadi hub penting penerbangan dari Jeddah dan Madinah menuju Jakarta kini dalam status evaluasi keamanan yang ketat.

Hingga kini, otoritas penerbangan di kawasan masih mempertahankan situasi sebelum memutuskan untuk membuka kembali wilayah udara secara penuh. Para jemaah diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan biro perjalanan (travel) masing-masing guna mendapatkan jadwal penerbangan terbaru.

Pemerintah RI melalui utusan di Arab Saudi juga terus memastikan agar kebutuhan dasar jamaah yang tertunda kepulangannya tetap terpenuhi selama masa tunggu. (red)

9 / 100 Skor SEO