TEHERAN – Di tengah menyimpan informasi mengenai kematian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara resmi mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei selamat dari upaya serangan pembunuhan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News , Araghchi menegaskan bahwa seluruh petinggi negara masih menjalankan tugas mereka. “Sejauh yang saya tahu, ya mereka (Ayatollah dan presiden) masih hidup, Kepala Kehakiman, Kepala Parlemen, hingga Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, semua sekarang ada di pihak,” tegas Araghchi.

Meski mengklaim para petinggi selamat, foto citra satelit yang beredar di media sosial menampilkan pemandangan yang kontras. Kompleks tempat tinggal para pemimpin tinggi Iran dilaporkan porak-poranda usai dibombardir rudal gabungan Israel dan AS.

Hanya berselang dua jam setelah serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung membalas dengan meluncurkan Operation True Promise 4 . IRGC mengonfirmasi penggunaan rudal balistik dan drone untuk menggempur wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Laporan dari kantor berita INA menyebutkan bahwa markas Angkatan Laut Kelima AS di Bahrain , serta pangkalan militer AS di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menjadi sasaran bom.

“Serangan rudal dan drone dari Angkatan Bersenjata Iran akan berlanjut. Kemenangan hanya dari Allah SWT,” tulis keterangan resmi IRGC yang menandakan perang besar di Timur Tengah baru saja dimulai. (red)

63 / 100 Skor SEO