KOLTIM, — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah, yakni Kabupaten Pangkep, Takalar, dan Kolaka Timur, resmi mengakhiri masa baktinya. Upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Ueesi, Kecamatan Ueesi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/11), menandai suksesnya sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat dalam pembangunan daerah.
Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo, Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han., dihadiri oleh Plt. Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, Kapolres Kolaka Timur AKBP Tinton Yudha Riambodo, serta seluruh jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai komponen ini menegaskan kuatnya semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi esensi program TMMD.
Dandim 1412/Kolaka Letkol Inf Choky Gunawan, S.Sos., M.Han., selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-126, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD selama 30 hari, dari 8 Oktober hingga 6 November 2025, merupakan wujud nyata implementasi tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Melalui amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan, ditegaskan bahwa TMMD adalah upaya TNI membantu tugas pemerintah di daerah dalam aspek pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
“TMMD ke-126 ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Selain pembangunan infrastruktur, juga dilaksanakan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ungkap Dandim, menekankan pentingnya aspek non-fisik dalam membentuk ketahanan nasional di tingkat desa.
TMMD Ke-126 berhasil merampungkan beragam sasaran fisik dan non-fisik yang dirancang untuk menjadi pendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
Secara komprehensif, pencapaian fisik di tiga kabupaten meliputi:
- Peningkatan Konektivitas: Pengecoran jalan sepanjang 365 meter, perintisan jalan sepanjang 1.465 meter, dan peningkatan jalan sepanjang 10.500 meter.
- Penguatan Konstruksi: Pembuatan talud sepanjang 2.930 meter, penimbunan sirtu 1.465 meter, pembuatan 5 unit gorong-gorong, dan 14 unit plat dekker.
Program ini secara spesifik menyentuh Desa Ueesi dengan implementasi program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yaitu TNI AD Manunggal Air, melalui pembuatan 15 titik sumur bor.
Selain itu, program padat karya ini turut merangkul aspek sosial dengan rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan 3 unit MCK, rehabilitasi 1 unit masjid, serta penanganan stunting melalui distribusi 380 paket yang bekerja sama dengan Pemda setempat.
Di sektor non-fisik, Satgas TMMD bersama Pemda dan Polres setempat secara intensif memberikan transfer pengetahuan melalui penyuluhan hukum, wawasan kebangsaan, Kamtibmas, Kesehatan, dan ketahanan di sektor Pertanian, Peternakan, serta Perikanan.
Di akhir amanatnya, Pangdam menitipkan lima pesan penting, yang intinya mengajak seluruh komponen masyarakat dan personel Satgas untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat serta meningkatkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya dan imunitas bangsa.
Hasil dari TMMD Ke-126 diharapkan tidak hanya menjadi catatan statistik, melainkan menjadi pendorong kemajuan ekonomi dan modal sosial yang abadi di Kolaka Timur.
“Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Tahun Anggaran 2025, secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Danrem 143/Halu Oleo, mengakhiri rangkaian program pembangunan ini. (red)










