SINGAPURA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS) memperbarui komitmen kerja sama mereka melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama di Bidang Teknologi Keuangan (FinTech). Pembaruan ini tidak hanya melanjutkan kesepakatan tahun 2018 tetapi juga memperluas kolaborasi untuk mencakup perkembangan mutakhir seperti aset keuangan digital dan kecerdasan buatan (AI).
Penandatanganan yang dilakukan di sela-sela pertemuan bilateral di Singapura pada 10 November 2025, bertujuan mendorong institusi keuangan dan pelaku industri FinTech kedua negara memanfaatkan peluang dari perkembangan teknologi. Kemitraan strategis ini memposisikan Indonesia dan Singapura sebagai pusat utama ekonomi digital ASEAN.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa MoU ini adalah wujud komitmen OJK terhadap inovasi yang bertanggung jawab.
“Melalui uji coba bersama dan berbagi pengetahuan di bidang seperti Regulatory Sandbox, aset keuangan digital, pemanfaatan AI dalam layanan keuangan, serta inovasi keuangan berkelanjutan, kami berharap dapat memperkuat inovasi, melindungi konsumen, mendukung UMKM dan inklusi keuangan,” kata Hasan Fawzi.
Fasilitasi Uji Coba Lintas Batas
MoU ini mencakup empat inisiatif utama untuk memfasilitasi pertumbuhan industri:
-
Pertukaran Ide dan Best Practices: Berbagi pengalaman terbaik antara OJK dan MAS.
-
Peningkatan Kerja Sama Industri: Melibatkan partisipasi aktif dalam badan-badan industri di kedua negara.
-
Rujukan Regulatory Sandbox: Memfasilitasi rujukan perusahaan FinTech potensial untuk berpartisipasi dalam sandbox regulasi di yurisdiksi masing-masing.
-
Pertukaran Informasi Lintas Batas: Memudahkan pertukaran data bagi perusahaan FinTech yang beroperasi sesuai peraturan.
Deputy Managing Director MAS, Leong Sing Chiong, menyoroti kemitraan solid kedua otoritas dalam mendorong kerja sama keuangan regional.
“Baik OJK dan MAS sama-sama berkomitmen untuk membina inovasi, menghadapi tantangan dan mengembangkan ekosistem FinTech untuk melayani pasar di ASEAN. MOU ini menandai langkah penting dalam memodernisasi kolaborasi FinTech, demi meneruskan inisiatif berinovasi bersama,” tutup Leong Sing Chiong.










