Kendari – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., tampak tidak puas melihat koordinasi antarinstansi dalam menangani masalah persampahan. Di tengah melonjaknya volume sampah yang kini menembus angka 350 ton per hari, Siska memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh Dinas Lingkungan Hidup. Saya minta seluruh kepala OPD jangan ‘cuci tangan’ dan menyerahkan semuanya ke satu instansi saja,” tegas Siska dalam Ekspose Kinerja Persampahan di Aula Samaturu, Senin (16/3).

Siska membeberkan data yang cukup mencengangkan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, timbulan sampah di Kota Kendari meningkat signifikan. Jika sebelumnya berada di angka 260 ton per hari, kini volumenya melonjak drastis menjadi 350 ton per hari.

Kenaikan sebesar 94 ton per hari ini menjadi “lampu kuning” bagi pemerintah kota, terutama dalam upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan nilai penilaian Adipura. Siska menilai, tanpa kolaborasi lintas sektor yang kuat, target kota bersih hanya akan menjadi angan-angan.

“Capaian kinerja kita dievaluasi. Forum ini adalah momen untuk menyamakan persepsi. Saya ingin melihat capaian nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas,” tambahnya.

Peringatan Siska sejalan dengan evaluasi dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Papua. Diketahui, bobot penilaian tertinggi Adipura justru berada di kawasan pemukiman (19,61 persen), yang sangat bergantung pada edukasi di tingkat Kelurahan, RT, dan RW.

Namun, Siska juga menyoroti kebersihan di lingkungan kantor masing-masing OPD. Menurutnya, kepedulian pimpinan instansi terhadap kebersihan lingkungan kerja adalah cerminan dari komitmen mereka terhadap visi besar pemerintah kota.

“Kebersihan lingkungan kantor mencerminkan kepedulian pimpinannya. Jangan sampai di kantor sendiri saja sampahnya tidak terurus, lalu berharap kota ini bersih,” sentil Siska.

Berdasarkan evaluasi sementara, Kota Kendari saat ini mengantongi nilai 59. Angka ini terbagi dalam beberapa komponen:

  • Pengelolaan dan Kebijakan: 17 poin.

  • SDM dan Fasilitas: 21,06 poin.

  • Capaian Kinerja: 25,48 poin.

Siska berharap melalui evaluasi ini, seluruh OPD mulai bergerak masif memperkuat Bank Sampah Unit dan mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya. Ia menargetkan adanya perbaikan signifikan dalam beberapa bulan ke depan guna menyongsong penilaian Adipura yang lebih maksimal. (red)

21 / 100 Skor SEO