Ekobis

BIK 2025 di Kendari Dibuka, OJK: Momentum Selamatkan Ekonomi Sultra

329
×

BIK 2025 di Kendari Dibuka, OJK: Momentum Selamatkan Ekonomi Sultra

Sebarkan artikel ini

KENDARI, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi membuka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Lapangan ex-MTQ Kendari, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan memperluas akses layanan keuangan yang aman dan berkeadilan bagi masyarakat.

Pembukaan BIK 2025 yang mengusung tema nasional “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sultra, Topan Sopuan, dan jajaran pejabat daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa BIK bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat Sultra.

“Meskipun daerah ini kaya akan sumber daya alam, kesejahteraan masyarakatnya belum sepenuhnya seimbang dengan potensi yang dimiliki,” ungkap Bismi.

Ia menambahkan, dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa dan lebih dari 60 persen di antaranya usia produktif, Sultra memiliki potensi besar untuk menjadi motor ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“Program literasi dan inklusi keuangan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kesejahteraan, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Bismi menyatakan, OJK Sultra berkomitmen memperkuat edukasi keuangan di masyarakat, melawan praktik keuangan ilegal, dan membangun kepercayaan publik terhadap sistem keuangan formal.

“Bulan Inklusi Keuangan bukan milik OJK semata, melainkan milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Komitmen kita adalah menjadikan Sulawesi Tenggara cerdas finansial dan sejahtera,” tegasnya penuh semangat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan bahwa inklusi keuangan sejatinya adalah ajakan untuk menggunakan uang dengan bijak.

Menurut ASR, masyarakat perlu diarahkan agar tidak sekadar menggunakan uang untuk konsumsi, tetapi mengelolanya untuk hal-hal produktif seperti investasi dan pengembangan usaha.

Gubernur juga menyoroti pentingnya peran kepala daerah dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat, terutama di wilayah 3T, agar mampu memanfaatkan akses keuangan untuk memperkuat ekonomi mikro.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada perilaku konsumtif dan praktik keuangan yang merugikan, seperti pinjaman online ilegal maupun judi daring.

“Kalau uang hasil usaha masyarakat Sultra berputar di daerah sendiri, saya yakin kita bisa menyalip Maluku Utara dalam pertumbuhan ekonomi,” tegas ASR sebelum secara resmi membuka Bulan Inklusi Keuangan 2025. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!