KENDARI – Komitmen besar terhadap dunia pendidikan ditunjukkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Dalam sebuah pernyataan tegas, ia menyatakan siap menyerahkan seluruh dana operasional jabatannya untuk membiayai beasiswa bagi siswa kurang mampu di Bumi Anoa.

Hal ini disampaikan Andi Sumangerukka di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin Apel Pagi di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas pendidikan generasi mudanya.

“Saya malah bilang bahwa semua operasional saya, akan saya gunakan untuk biaya pendidikan. Masa depan kita adanya di pendidikan,” tegas Andi Sumangerukka disambut apresiasi peserta apel.

Purnawirawan jenderal bintang dua ini mengaku kecewa saat memeriksa anggaran dan menemukan pos untuk beasiswa yang minim. Oleh karena itu, ia mengambil langkah diskresi dengan mengalihkan hak operasionalnya sebagai kepala daerah demi memastikan anak-anak Sultra tetap bisa bersekolah.

Tak hanya soal beasiswa, Gubernur yang akrab disapa ASR ini juga memberikan peringatan keras kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra. Ia dengan tegas melarang segala bentuk pungutan tambahan di sekolah.

“Pendidikan harus betul. Tidak boleh saya lihat ada Dana BOS masih banyak yang di-anu (disalahgunakan), masih ada Dana Komite. Tidak boleh!” cetusnya.

Ia bahkan memberikan peringatan khusus kepada Kepala Dinas terkait bahwa urusan pendidikan adalah sebuah pertaruhan jabatan. Gubernur tidak ingin program beasiswa yang ia canangkan hanya berhenti di tingkat pejabat tanpa sampai ke tangan siswa yang membutuhkan.

“Jadi arahnya adalah pendidikan. Ini pertaruhan Anda. Begitu saya buka anggaran (beasiswa), harus ada di situ. Jangan sampai saya bicara mau beri beasiswa, tapi di anggaran tidak masuk,” pungkasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Sultra untuk memutus mata rantai kemiskinan. Menurut Andi Sumangerukka, pendidikan adalah senjata utama agar kemiskinan tidak menjadi warisan dari generasi ke generasi di Sulawesi Tenggara.  (perdetiknews/red)

67 / 100 Skor SEO