Kendari – Suasana religius menyelimuti Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4) subuh.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), melaksanakan safari shalat subuh berjamaah yang dimulai dari Masjid Raya Al-Kautsar hingga berlanjut ke Masjid CitraLand yang terletak di dekat kediamannya.
Pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat tampak luar biasa di kedua masjid tersebut. Saf-saf masjid terisi penuh hingga membludak ke area luar.
Kehadiran ASR di tengah jamaah bukan sekadar untuk beribadah, melainkan juga untuk mempererat silaturahmi melalui program ‘Berbagi Berkah’ berupa santunan dan mendengarkan ta’lim subuh.
Sejumlah tokoh penting dan pejabat daerah tampak hadir mendampingi ASR dalam kegiatan tersebut.

Terlihat di antaranya Ketua MUI Sultra, Mantan Wakil Walikota Kendari H. Musadar Mappasomba, serta Ketua Ikatan Dai Sulawesi Tenggara (Ikadi Sultra) dr. Sukirman.
Selain itu, hadir pula sejumlah Staf Ahli Pemprov Sultra seperti Muhammad Yusup dan Belli.

ASR mengungkapkan, kegiatan ini sengaja difokuskan pada waktu subuh untuk memantik kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kewajiban shalat fardu secara berjamaah.
“Subuh adalah pondasi. Kalau subuhnya sudah terjaga dan berjamaah di masjid, insya Allah waktu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya akan mengikuti,” ujar Andi Sumangerukka di Masjid CitraLand, Kendari.
Ia berharap ramainya jamaah di waktu subuh ini tidak menjadi fenomena sesaat saja.
ASR menargetkan gerakan ini mampu membangkitkan budaya memakmurkan masjid di seluruh penjuru Sulawesi Tenggara secara konsisten.
“Kita ingin melihat masjid-masjid kita selalu hidup dan makmur di setiap waktu. Kita ingin menjadikan shalat berjamaah lima waktu sebagai gaya hidup dan budaya masyarakat Sultra,” tambahnya.
Gerakan Jumat Berkah ini pun mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Banyak jamaah yang merasa termotivasi dengan kehadiran sosok pemimpin serta tokoh-tokoh agama yang turun langsung ke masjid-masjid sejak fajar.
“Sangat positif ya, selain dapat ilmu dari ta’lim, kita juga merasa semangat melihat masjid penuh seperti ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena memberikan energi positif bagi kami,” ujar salah satu jamaah di lokasi.
Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi kebangkitan spiritual di Bumi Anoa sekaligus memperkuat ikatan sosial antara pemimpin, tokoh masyarakat, dan warga melalui pendekatan religius yang menyentuh langsung ke akar rumput. (red)


Tinggalkan Balasan