Peristiwa

Nyinyir Kronis, Alarm Kesehatan Kejiwaan di Era Digital

94
×

Nyinyir Kronis, Alarm Kesehatan Kejiwaan di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Dampak Negatif pada Kondisi Kejiwaan

MAKASSAR,  – Fenomena nyinyir, atau kebiasaan berkomentar negatif secara terus-menerus dengan perkataan yang menyakitkan, kini bukan lagi sekadar bumbu percakapan di media sosial. Lebih dari itu, nyinyir kronis patut dianggap sebagai alarm serius bagi kesehatan kejiwaan individu di era digital. Kebiasaan ini, yang kian merajalela, mengindikasikan adanya gejolak psikologis yang perlu dicermati.

Psikolog melihat bahwa kecenderungan nyinyir seringkali berakar dari kondisi psikologis yang rentan. Bukan tidak mungkin, perilaku ini merupakan manifestasi dari rasa iri hati, rendah diri (insecurity), atau bahkan ekspresi dari agresivitas yang tidak tersalurkan secara sehat. Di tengah kebebasan berekspresi di media sosial, banyak yang merasa aman di balik akun anonim, sehingga dorongan untuk melontarkan komentar negatif semakin kuat tanpa pertimbangan dampak.

Ketika nyinyir menjadi kebiasaan, dampaknya tidak hanya menimpa korban, yang rentan mengalami cyberbullying dan tekanan psikologis. Lebih jauh, sang pelaku nyinyir itu sendiri juga berisiko tinggi. Individu yang terbiasa nyinyir cenderung sulit merasakan kebahagiaan sejati dan memiliki kecenderungan untuk melihat segala sesuatu dari sisi negatif. Hal ini dapat mengikis empati, merusak hubungan interpersonal, dan pada akhirnya, memengaruhi kesejahteraan kejiwaan mereka sendiri.

Maka, sudah saatnya kita melihat fenomena nyinyir bukan hanya sebagai sekadar kenakalan digital, melainkan sebagai indikator penting bagi kondisi kejiwaan seseorang.

Jika kebiasaan nyinyir telah sulit dikendalikan, menyebabkan ketidakmampuan berempati, atau memunculkan rasa frustrasi berkepanjangan, konsultasi dengan psikolog bisa menjadi langkah bijak. Penanganan ini bertujuan untuk melatih kontrol diri, mengelola emosi, dan membangun cara pandang yang lebih positif demi kesehatan kejiwaan yang lebih baik. **

Lagi Viral, Baca Juga  Hati-Hati, Hobi Sebar Kebencian di Medsos Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!