KENDARI, – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, pada Jumat (18/7/2025) turun langsung memastikan penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2025 berjalan lancar di tiga kecamatan sekaligus: Kadia, Baruga, dan Puuwatu. Kehadiran Siska Karina Imran menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menjaga ketahanan pangan warganya di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pun merasakan langsung sentuhan kepedulian dari pemerintah kota.
Di Kecamatan Kadia, sebanyak 1.086 warga berkumpul di Aula Kantor Lurah Kadia untuk menerima jatah beras mereka. Wali Kota Siska menegaskan, setiap KPM berhak menerima 20 kilogram beras, yang merupakan alokasi untuk bulan Juni dan Juli. Setelah itu, rombongan bergerak ke Kecamatan Baruga, di mana 947 KPM menerima bantuan serupa di Aula Kantor Lurah Watubangga.
“Insya Allah yang menerima bantuan beras ini benar-benar orang yang layak untuk menerima, sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Jadi tidak ada pilih kasih,” tegas Wali Kota Siska, disambut anggukan setuju dari warga yang hadir.
Perjalanan penyaluran bantuan pangan hari itu ditutup di Aula Kantor Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu. Kecamatan ini menjadi titik penyaluran terbesar, dengan total 44.640 KPM yang tersebar di enam kelurahan. Di Puuwatu, setiap keluarga juga akan menerima 10 kilogram beras untuk dua bulan penyaluran (Juni dan Juli 2025).
Rincian jumlah KPM per kelurahan di Kecamatan Puuwatu mencakup: Watulondo (13.840 KPM), Puuwatu (9.560 KPM), Lalodati (7.820 KPM), Tobuuha (4.420 KPM), Puunggolaka (7.020 KPM), dan Abeli Dalam (1.980 KPM).
“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Bantuan pangan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Siska, menegaskan peran intervensi pemerintah dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Selain menyalurkan bantuan, Wali Kota Siska Karina Imran juga memanfaatkan setiap momen pertemuan untuk menyampaikan pesan moral yang kuat. Ia mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan.
“Ambil nasi secukupnya, jangan boros. Kita harus belajar hidup hemat, terutama dalam menghadapi harga kebutuhan pokok yang terus naik,” tegasnya.
Tak hanya itu, program “Bertanam di Pekarangan” menjadi fokus utama yang terus didorongnya. Wali Kota Siska mengajak para ibu rumah tangga yang memiliki halaman di rumah untuk memanfaatkannya dengan menanam tanaman produktif seperti cabai, tomat, sayuran, hingga daun kelor.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan jika hasil panennya berlimpah. “Kalau bisa, hasil tanamnya dijual juga. Jangan berpikir kita disuruh jadi petani. Sekarang petani justru banyak yang sudah kaya,” kata Wali Kota, memberikan motivasi bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari hal kecil dan berpotensi ekonomi.
Wali Kota Siska juga menekankan pentingnya kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Ia berharap bantuan CBP ini dapat meringankan beban warga, sekaligus memacu semangat untuk hidup lebih mandiri dan produktif. “Bantuan ini hanya bersifat stimulan, yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai masyarakat bisa terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Program penyaluran bantuan pangan CBP ini diharapkan memberikan dampak positif signifikan bagi ribuan keluarga di Kendari, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian dan efisiensi dalam pengelolaan kebutuhan pangan di setiap rumah tangga. (red)