KONAWE SELATAN – Kengerian tengah menyelimuti warga dan peternak di beberapa wilayah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Terutama di Kecamatan Landono dan Konda, kepanikan massal tak terhindarkan setelah ratusan ekor sapi ternak dilaporkan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir.

Insiden tragis ini memicu kekhawatiran serius akan merebaknya wabah penyakit menular yang sangat mematikan, berpotensi mengancam bukan hanya hewan, tetapi juga keselamatan manusia.

Seorang peternak yang menjadi korban terdampak, memilih untuk tak disebutkan namanya, menggambarkan detik-detik mengerikan yang menimpa ternaknya. “Sapi tiba-tiba baring dan langsung mati,” ujarnya, Selasa (8/7). Pernyataan ini menyoroti pola kematian yang sangat cepat dan tak terduga, menambah misteri sekaligus ketakutan di kalangan peternak yang kini diliputi kebingungan.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memilukan. Sejumlah bangkai sapi tergeletak tak berdaya di area perkebunan dan lahan berlumpur yang dipenuhi semak belukar. Beberapa bangkai masih terlihat utuh, sementara yang lain telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

Sebuah foto bahkan merekam kehadiran seorang petugas di dekat bangkai sapi, mengindikasikan upaya awal investigasi di lokasi kejadian, mencoba mengungkap tabir di balik kematian massal ini.

Manteri hewan setempat sedang mengumpulkan data dan mengambil sampel dari bangkai-bangkai sapi untuk pengujian di laboratorium. Prioritas utama adalah mengetahui apakah penyebabnya adalah Antraks, Septicaemia Epizootica (SE), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), atau bahkan Lumpy Skin Disease (LSD), yang semuanya patut diwaspadai di Indonesia.

Mengingat potensi penyebaran penyakit yang sangat menular, bahkan berisiko zoonosis—artinya dapat menular ke manusia—mantri hewan di lokasi tersebut mengeluarkan imbauan tegas.

Ia meminta masyarakat dan peternak untuk tidak mendekati apalagi mengonsumsi daging dari sapi yang mati mendadak.

Penanganan bangkai juga harus mengikuti protokol keamanan yang ketat untuk mencegah penyebaran patogen ke lingkungan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah ancaman wabah ini.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Dinas Peternakan Kabupaten Konawe Selatan terkait insiden kematian massal sapi yang menghebohkan ini. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
61 / 100 Skor SEO