KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Air laut Pantai Nambo sedang surut. Garis air mundur jauh ke tengah, meninggalkan hamparan dasar pantai yang terbuka lebar.

Di bawah rindang pepohonan, gazebo-gazebo berdiri menghadap pesisir. Pantai yang menjadi salah satu tujuan wisata warga Kendari itu seolah sedang memperlihatkan sisi lain dirinya.

Di tempat inilah Sudirman, 57 tahun, menjalani babak baru kehidupannya.

Pria asal Buton yang kini tinggal di Desa Samboli itu menekuni usaha wahana air rolling donut atau donut boat.

Wahana tersebut menawarkan kesenangan bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata air.

Namun, di balik aktivitas itu, tersimpan perjalanan panjang seorang pria yang sejak dahulu mencari penghidupan melalui pekerjaan yang tak jauh dari perairan.

Sudirman bukan orang baru dalam kehidupan pesisir. Jauh sebelum mengelola wahana wisata, ia pernah menjadi palimbang, sebutan bagi orang yang menyeberangkan warga menuju Kota Lama untuk berbelanja.

Pada masa itu, perahu menjadi sarana bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudirman menjalankan pekerjaannya dengan mengantarkan mereka menyeberangi perairan.

Barangkali bagi para penumpangnya, perjalanan itu hanyalah rutinitas. Namun, bagi Sudirman, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang membawanya terus bertahan.

Waktu kemudian membawanya menempuh jalan berbeda. Ia pernah membawa kapal pengumpul ikan berkeliling ke sejumlah wilayah, mulai dari Buton, Wanci, hingga Selayar.

Dari satu wilayah ke wilayah lain, pekerjaannya terus berkaitan dengan perahu dan kehidupan pesisir. Pengalaman itu menjadi bagian dari masa lalunya, sebelum akhirnya ia menjalani usaha wisata air di Pantai Nambo.

Kini, di usia 57 tahun, Sudirman kembali menjalani hari-hari dengan pekerjaan yang dekat dengan perairan.

Namun, kali ini bukan lagi menyeberangkan warga atau membawa kapal pengumpul ikan. Ia mengoperasikan wahana donut boat bagi pengunjung yang datang menikmati suasana pantai.

Usaha itu terutama dijalankan pada Sabtu dan Minggu. Tarifnya Rp125.000 sekali jalan, dengan mesin Yamaha berbahan bakar bensin.

Bagi pengunjung, permainan tersebut mungkin hanya berlangsung singkat, menjadi bagian dari kegembiraan saat berwisata bersama keluarga atau teman.

Setelah permainan berakhir, mereka bisa kembali menikmati pantai dan melanjutkan aktivitas lainnya.

Bagi Sudirman, usaha itu merupakan bagian dari kehidupan yang terus berjalan.

Di balik pekerjaannya, ada peran lain yang menyertainya: menjadi ayah dari tiga anak. Pada usia ketika perjalanan hidup telah melewati banyak fase, ia masih menjalankan usaha dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Tidak banyak yang bisa diketahui seseorang hanya dari melihatnya duduk di tepi pantai.

Namun, perjalanan Sudirman memperlihatkan bagaimana pekerjaan dapat berubah seiring waktu.

Dari menyeberangkan warga, membawa kapal pengumpul ikan, hingga kini menyediakan wahana wisata, ia terus menapaki jalan yang berbeda dalam kehidupannya.

Pantai Nambo sendiri memiliki arti tersendiri bagi Sudirman. Ia melihat perkembangan kawasan wisata tersebut dan menilai ada peningkatan selama kepemimpinan Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran.

Menurut Sudirman, kawasan itu dirintis pada masa mantan Wali Kota Kendari Ir. Asrun, kemudian disempurnakan pada masa kepemimpinan Siska.

Bagi pelaku usaha seperti dirinya, perkembangan destinasi wisata menjadi harapan.

Kunjungan masyarakat membuka kesempatan untuk menjalankan usaha, sementara keberlangsungan kegiatan wisata turut memberi ruang bagi warga yang mencari penghidupan di kawasan pesisir.

Di Pantai Nambo, perjalanan Sudirman masih berlangsung. Akhir pekan menjadi waktu baginya menjalankan usaha, menyambut pengunjung yang ingin mencoba wahana air, dan melanjutkan rutinitas yang kini menjadi bagian dari kehidupannya.

Air laut boleh surut, garis pantai boleh berubah mengikuti pasang dan surutnya waktu. Namun, bagi Sudirman, perjalanan hidup tidak berhenti pada satu pekerjaan atau satu masa.

Dari profesi palimbang hingga wahana donut boat, ia telah melewati berbagai babak kehidupan. Kini, di usia 57 tahun, ia terus menjalani hari-harinya sebagai pelaku usaha sekaligus ayah dari tiga anak.

Perjalanannya menjadi pengingat bahwa di balik sebuah destinasi wisata, ada orang-orang yang menggantungkan harapan pada kesempatan yang tersedia.

Ada kehidupan yang terus bergerak, bahkan ketika pengunjung hanya melihat pantai sebagai tempat singgah untuk bersenang-senang.

Dan di Pantai Nambo, Sudirman melanjutkan langkahnya, menapaki babak kehidupan yang baru melalui usaha yang kini dijalaninya.

 

Editor: Ixan

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
66 / 100 Skor SEO