BAUBAU – Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, mengapresiasi produk olahan daun kelor dan pangan lokal hasil karya klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau. Produk tersebut dipamerkan melalui UMKM Butonik dalam Festival Kuliner 2026 di kawasan Kotamara, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Apresiasi itu disampaikan saat Yusran bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah meninjau stan UMKM Butonik. Festival tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-458 Kota Baubau sekaligus memperingati 25 tahun Baubau sebagai daerah otonom.
Yusran menilai produk yang ditampilkan memiliki keunikan tersendiri. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan untuk meningkatkan daya saing produk, antara lain mencantumkan komposisi pada kemasan, mempercepat pengurusan sertifikasi halal, serta melengkapi izin edar agar produk dapat dipasarkan lebih luas.
Salah satu produk unggulan UMKM Butonik adalah olahan kelor yang dibuat menjadi teh, jus, dan bubuk. Tanaman kelor dipilih karena mudah dibudidayakan, tersedia melimpah, membutuhkan biaya relatif rendah, serta memiliki kandungan gizi yang mendukung ketahanan pangan lokal. Selain itu, stan tersebut juga menawarkan madu alami, kopi, dan berbagai makanan ringan.
Kepala Bapas Kelas II Baubau, Mustar Taro, mengatakan pihaknya berkomitmen membimbing klien pemasyarakatan melalui pengembangan kemandirian dan keterampilan berwirausaha. Upaya ini diharapkan membantu mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan mandiri.
Menurut Mustar, pembinaan tersebut juga bertujuan mendorong klien pemasyarakatan menghasilkan produk bernilai ekonomi, mengurangi risiko pengulangan tindak pidana, serta mendukung program ketahanan pangan.
Keikutsertaan dalam Festival Kuliner 2026 diharapkan menjadi wadah bagi klien pemasyarakatan untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan usaha. Selain meningkatkan kepercayaan diri, kegiatan ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.



Tinggalkan Balasan