KENDARI — Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memfokuskan program strategis tahun anggaran 2026 pada pembenahan sarana prasarana olahraga, termasuk kawasan KONI Sultra dan Lapangan Lakidende.

Rehabilitasi kawasan KONI dipastikan akan rampung tahun ini, sementara persiapan pengembangan sejumlah fasilitas olahraga lainnya masih dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sultra.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Anis Mustamir, mengatakan pembenahan kawasan olahraga KONI menjadi salah satu prioritas pekerjaan fisik pada 2026.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

“Tahun 2026 ini fokus prioritas kita adalah penyediaan sarana prasarana olahraga terpadu. Kita sedang matangkan konsep kawasannya sekaligus penanganan fisiknya, terutama di kawasan KONI,” ujar Anis Mustamir saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Anis memastikan pekerjaan rehabilitasi fasilitas KONI yang menjadi bagian dari program tahun ini ditargetkan selesai pada 2026.

Sementara itu, sejumlah rencana pengembangan fasilitas olahraga lainnya masih berada pada tahap persiapan. Pemerintah masih mematangkan kebutuhan dan konsep pengembangan kawasan agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan olahraga di Sultra.

Menurut Anis, pembenahan kawasan KONI menjadi penting karena sejumlah bangunan yang ada sudah berusia sekitar lima hingga 10 tahun. Kondisinya juga dinilai sudah tidak layak untuk menunjang kegiatan olahraga secara optimal.

“Bangunan KONI lama dan asrama-asrama di belakangnya itu kondisinya sudah sangat tidak layak untuk menunjang kegiatan olahraga. Oleh karena itu, kita lakukan rehabilitasi agar sarana ini bisa dihidupkan kembali,” jelasnya.

Rencana penataan kawasan olahraga terpadu KONI mencakup sejumlah fasilitas olahraga. Di antaranya rehabilitasi Lapangan Lakidende dan SORK, lapangan panahan, area panjat dinding (wall climbing), lapangan bisbol, lapangan basket, lapangan mini soccer, lapangan voli, hingga pembenahan Kolam Renang KONI.

Namun, tidak seluruh rencana tersebut langsung masuk dalam pekerjaan fisik tahun ini. Sebagian masih dalam tahap persiapan sebagai bagian dari konsep pengembangan kawasan olahraga terpadu.

Dengan pembenahan tersebut, kawasan KONI diharapkan dapat kembali menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga dan pembinaan atlet di Sultra. Fasilitas yang lebih layak juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan latihan atlet dari berbagai cabang olahraga.

Program pembangunan infrastruktur olahraga tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas fasilitas olahraga. Pembinaan atlet dinilai perlu ditopang sarana yang memadai agar proses latihan dapat berlangsung secara optimal.

Selain fokus di kawasan perkotaan, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra juga mengarahkan program pembangunan ke wilayah kepulauan.

Untuk wilayah seperti Kabupaten Buton dan Muna Barat, perhatian diarahkan pada penyediaan sarana air minum serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

“Untuk wilayah kepulauan seperti di Kabupaten Buton dan Muna Barat, fokus utama kita adalah penyediaan sarana air minum serta perbaikan kualitas lingkungan permukiman. Termasuk di dalamnya penataan lingkungan dan fasilitas air bersih untuk Kampung Nelayan Modern di Buton,” paparnya.

Selain pembangunan sarana olahraga dan infrastruktur dasar, Dinas Cipta Karya Sultra juga tetap melakukan pemeliharaan sejumlah bangunan publik dan fasilitas daerah.

Beberapa pekerjaan pemeliharaan tersebut meliputi pembenahan Masjid Al-Kautsar, perbaikan area parkir belakang drive-thru hingga depan Museum Sultra, serta penataan kawasan Tugu Persatuan.

Dari sisi pengadaan, Anis menyampaikan bahwa paket pengerjaan fisik di lingkungan Dinas Cipta Karya Sultra didorong melalui mekanisme pelelangan resmi sesuai ketentuan.

“Semua paket pengerjaan fisik kita dorong melalui proses pelelangan resmi dan tidak menggunakan e-Katalog. Kecuali untuk pengerjaan skala Pengadaan Langsung (PL) seperti fasilitas air bersih dan lingkungan pemukiman skala kecil di Kampung Nelayan Modern,” pungkasnya.

Dengan demikian, pembenahan kawasan olahraga KONI Sultra pada 2026 memiliki dua tahapan. Pekerjaan rehabilitasi yang sudah menjadi program tahun ini dipastikan rampung, sementara pengembangan dan penambahan fasilitas olahraga lainnya masih dalam tahap persiapan.

Pemerintah Provinsi Sultra berharap pembenahan tersebut dapat menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih layak dan mendukung peningkatan prestasi atlet daerah di berbagai ajang kejuaraan. (red)

17 / 100 Skor SEO