TEHERAN – Militer Iran tiba-tiba mengaktifkan sistem pertahanan rudal di Teheran dan kota-kota lain pada Kamis malam. Media pemerintah menyebut sistem itu diaktifkan untuk merespons serangan musuh.
Ini menjadi yang pertama kalinya Iran mengaktifkan sistem pertahanan sejak gencatan senjata dengan AS dimulai lebih dari dua pekan lalu.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan ada suara ledakan yang berasal dari tembakan sistem pertahanan rudal di Teheran barat.
Sedangkan kantor berita Mehr melaporkan bahwa sistem tersebut diaktifkan di beberapa bagian ibu kota untuk melawan target musuh. Menurut laporan tersebut, serangan musuh yang datang berupa drone kecil.
Pakar militer Abdolreza Sediq mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa beberapa faktor tambahan berkontribusi pada pengaktifan sistem pertahanan rudal selama masa gencatan senjata.
Dia mengatakan bahwa operator tetap dalam siaga penuh dan diharuskan untuk menanggapi sinyal atau cahaya yang mencurigakan, sementara jet tempur seperti MiG-29 secara rutin digunakan sebagai bagian dari cincin pertahanan udara ibu kota untuk memantau dan mencegat potensi ancaman drone.
Sediq juga mencatat bahwa periode gencatan senjata digunakan untuk merombak sistem pertahanan udara, memasang radar baru, dan menguji peralatan, sehingga aktivitas tersebut tidak dapat dihindari.
Dia menambahkan bahwa Iran juga berupaya menerapkan model penempatan baru untuk jaringan pertahanan udaranya, beralih dari sistem “laba-laba” terpusat ke struktur “mosaik” yang lebih terdesentralisasi, dengan latihan yang sedang berlangsung untuk menstabilkan pendekatan baru tersebut.

Menyusul laporan tersebut, sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP bahwa rezim Zionis tidak melakukan serangan udara terhadap Iran. “Israel tidak menyerang Iran,” kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, Jumat (24/4/2026).
Sebelumnya pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan: “Militer Israel siap untuk melanjutkan perang melawan Iran.”
Menurutnya, Israel sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat untuk mengembalikan Iran ke “Zaman Batu”.
sumber: Sindonews.com









Tinggalkan Balasan