TEHERAN – Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan tiga kapal induk sekaligus ke kawasan tersebut.
USS George HW Bush dilaporkan telah tiba, menambah armada besar yang sudah lebih dulu beroperasi di wilayah itu.
Kehadiran tiga kapal induk ini terjadi di tengah perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4/2026).
Tiga kapal induk AS beroperasi Militer AS pada Kamis (23/4/2206), sebagaimana dilansir AFP, menyatakan bahwa kapal induk USS George HW Bush telah tiba di Timur Tengah, sehingga jumlah kapal induk Amerika yang beroperasi di kawasan itu kini menjadi tiga.
Komando militer AS untuk Timur Tengah mengatakan kapal tersebut berlayar “di Samudra Hindia dalam area tanggung jawab Komando Pusat AS pada 23 April,” dalam sebuah unggahan di X yang juga menampilkan gambar dek kapal yang dipenuhi pesawat tempur.
Selain USS George HW Bush, kapal induk USS Gerald R Ford dilaporkan beroperasi di Laut Merah. Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln juga berada di kawasan tersebut, menurut unggahan media sosial Komando Pusat AS (CENTCOM).
Ketiga kapal induk itu masing-masing beroperasi bersama kelompok kapal perang pendukung dalam jumlah besar.
Dikirim saat gencatan senjata

Pengerahan kapal induk ketiga ini terjadi di tengah gencatan senjata yang kembali diperpanjang oleh Trump.
USS Gerald R Ford sebelumnya sempat berlayar ke Kroasia untuk perbaikan setelah terjadi kebakaran di dalam kapal pada 12 Maret. Namun, kapal induk terbesar di dunia itu kini telah kembali beroperasi.
Kapal tersebut telah berada di laut selama sekitar 10 bulan, dalam penugasan yang juga mencakup operasi AS di kawasan Karibia.
Dalam operasi itu, pasukan AS melakukan serangan terhadap kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba, mencegat tanker yang dikenai sanksi, serta menyita aset milik pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
sumber:kompas.com









Tinggalkan Balasan