KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (purn) H. Andi Sumangerukka SE, MM., melakukan kunjungan langsung ke Rumah Singgah Multi Layanan milik Pemerintah Provinsi Sultra di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat (17/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, gubernur menegaskan pentingnya optimalisasi fungsi rumah singgah sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya konkret memutus mata rantai kemiskinan.

Penegasan itu disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Sosial Sultra, Parinringi, SE., M.Si., agar program tersebut tidak berhenti sebagai tempat penampungan semata, melainkan benar-benar menjadi pusat pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya tempat singgah. Saya minta ini jadi tempat membina orang. Kita harus putus mata rantai kemiskinan,” tegas Andi Sumangerukka saat meninjau lokasi.

Dalam kunjungan itu, gubernur juga melihat langsung berbagai fasilitas yang telah disiapkan.

Mulai dari area jemuran, ruang cuci, hingga asrama dengan sirkulasi udara yang baik.

Asrama tersebut mampu menampung sekitar 20 hingga 30 orang dengan sistem tempat tidur susun, serta pemisahan ruang antara laki-laki dan perempuan.

Menindaklanjuti arahan gubernur, Parinringi menyatakan kesiapan Dinas Sosial untuk mengoptimalkan seluruh fungsi rumah singgah sebagai pusat layanan terpadu.

“Kapasitas penampungan ini bisa sampai 20 hingga 30 orang karena ada kamar-kamar. Kita bagi, perempuan di sini dan laki-laki di sana, menggunakan kasur susun,” jelas Parinringi saat mendampingi kunjungan Gubernur ASR

Ia juga menambahkan bahwa rumah singgah akan dilengkapi layanan kesehatan terpadu melalui kerja sama dengan rumah sakit, termasuk penjemputan pasien menggunakan ambulans serta pengurusan administrasi seperti BPJS.

“Kalau ada pasien sakit, kita jemput pakai ambulans, kita rujuk ke rumah sakit. Bahkan kalau ada kendala biaya, BPJS-nya kita bantu urus sampai selesai,” ujarnya.

Fasilitas ambulans juga disiapkan untuk membantu mobilitas warga, termasuk mengantar masyarakat dari luar daerah yang terlantar kembali ke kampung halamannya.

“Kalau ada warga dari kabupaten/kota datang ke Kendari dan tidak punya tempat tinggal, kita tampung dulu di sini. Setelah itu, kita antar kembali ke daerah asalnya menggunakan ambulans,” lanjutnya.

Selain fungsi sosial, rumah singgah ini juga akan difokuskan sebagai pusat rehabilitasi awal, termasuk bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), melalui kolaborasi dengan rumah sakit jiwa dan Dinas Kesehatan.

“Nanti orang dengan gangguan jiwa kita tampung di sini, bekerja sama dengan rumah sakit jiwa. Harus ada pendampingan dari Dinas Kesehatan,” tuturnya.

Lebih jauh, program ini menitikberatkan pada perubahan pola pikir (mindset) masyarakat binaan sebagai kunci utama keluar dari kemiskinan.

“Kita ingin memutus mata rantai kemiskinan. Mindset-nya harus diubah, miskin itu karena malas, bukan karena takdir. Kalau sudah berubah, baru kita beri pendidikan dan keterampilan,” tegas Parinringi.

Untuk mendukung hal tersebut, rumah singgah akan dilengkapi ruang workshop sebagai pusat pelatihan keterampilan.

Warga yang telah dibina nantinya akan disalurkan ke dunia kerja melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja.

“Begitu dilatih, kita salurkan ke sektor kerja melalui Dinas Tenaga Kerja supaya tepat sasaran,” tambahnya.

Dengan penegasan langsung dari gubernur saat kunjungan tersebut, Rumah Singgah Multi Layanan diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sosial dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara. (red)

64 / 100 Skor SEO