Kendari – Direktur Perumda Sulawesi Tenggara (Sultra) Akhmad Rizal menegaskan komitmennya memperbaiki tata kelola perusahaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Rizal menyebut, sejak awal menjabat, fokus utamanya adalah membenahi sistem internal sekaligus membuka peluang bisnis melalui kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau ada peluang bisnis di OPD, kita dorong masuk ke Perumda. Supaya tidak lari ke kepentingan pribadi, tapi kembali ke daerah,” kata Rizal dalam wawancara, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, Perumda harus menjadi instrumen resmi dalam mengelola potensi ekonomi daerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia menegaskan, ada tiga konsep utama dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pertama, menyelaraskan visi-misi kepala daerah. Kedua, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Ketiga, memberikan dividen bagi daerah.

“Kalau tidak ada kontribusi ke daerah, itu percuma. Harus ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Rizal juga mengungkapkan, saat awal menjabat kondisi keuangan Perumda masih minus.

Namun dalam waktu sekitar enam bulan, pihaknya mampu mencatatkan laba hingga Rp5 miliar dan menyetor dividen Rp1 miliar ke kas daerah.

Meski begitu, ia mengakui tantangan terbesar ada pada pembenahan tata kelola perusahaan.
“Tidak hanya struktur, tapi tata kelola harus transparan dan akuntabel. Kalau tidak, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Rizal menegaskan pihaknya berupaya menghilangkan ketergantungan terhadap dana hibah pemerintah. Ia ingin Perumda berdiri mandiri melalui bisnis yang sehat.

“Saya tidak mau Perumda hanya disuplai terus. Harus mandiri dan menghasilkan,” katanya.
Ke depan, Perumda juga akan fokus mengembangkan sektor-sektor strategis, termasuk pertambangan dan kepelabuhanan, yang dinilai memiliki potensi besar di Sulawesi Tenggara.

Namun, ia menegaskan semua langkah akan dilakukan berdasarkan rencana bisnis yang matang.

“Target itu tidak terbatas, tapi harus realistis dan berdasarkan rencana bisnis yang jelas,” jelasnya.

Lebih jauh, Rizal juga mengungkapkan visinya untuk memperluas jangkauan Perumda hingga ke seluruh wilayah Sulawesi Tenggara melalui pembentukan unit usaha di daerah.

“Mimpi saya, nantinya di setiap kabupaten ada anak perusahaan Perumda yang dipimpin oleh putra daerah. Jadi manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendorong kemandirian di tiap kabupaten.

Rizal berharap, dengan pembenahan dan strategi yang dijalankan, Perumda bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Intinya, kita bekerja saja sebaik mungkin. Transparan dan memberi manfaat nyata untuk daerah,” pungkasnya. (red)

62 / 100 Skor SEO