JAKARTA, – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pentingnya mengikuti simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai bagian dari persiapan.

Hal itu diungkapkan oleh Wamen Fajar saat meninjau langsung kesiapan TKA di sejumlah sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali.

“Simulasi itu penting. Ada soal-soal Matematika yang logika, trik-trik mengerjakan soal. Kalau sudah hafal model soal akan tahu bagaimana cara mengerjakannya,” ucapnya, Rabu (1/4/2026), dikutip dari kemendikdasmen.go.id.

Dalam kunjungannya, ia memastikan kesiapan sekolah dan peserta didik, sekaligus memberikan penguatan kepada siswa agar menghadapi TKA dengan percaya diri dan tanpa tekanan.

Dalam dialog bersama siswa, Wamen Fajar menekankan pentingnya memahami esensi TKA sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar mengejar nilai.

“Kalau adik-adik sudah paham tujuan TKA, berarti itu sudah berhasil, jawaban adik-adik pun membuat saya optimis. Adik-adik paham apa inti dari TKA itu, dengan model soal yang di TKA lebih cocok dengan kebutuhan, lebih kritis, logis, aplikatif. Karena kita proses belajar, dengan TKA, bisa tahu kemampuannya di sini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, sehingga siswa tidak perlu merasa tertekan dalam mengikutinya.

Menurutnya, hasil TKA justru dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator seleksi dalam jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sekaligus sebagai alat untuk memverifikasi capaian pembelajaran yang tercermin dalam rapor.

Program TKA akan dilaksanakan berbasis komputer untuk siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

Pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 April hingga 16 April 2026 serta TKA SD dilaksanakan pada 20 April hingga 30 April 2026.

Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah.

Selanjutnya, hasil TKA akan diolah pada 18 Mei hingga 23 Mei 2026 dan diumumkan pada 24 Mei 2026.

Penilaian TKA menggunakan pendekatan penilaian yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik soal, sehingga memberikan gambaran capaian yang lebih adil dan informatif.

Setiap murid akan memperoleh hasil disertai deskripsi capaian sebagai panduan untuk meningkatkan kompetensi. (kompas.tv)

 

57 / 100 Skor SEO