ASR GubernurkuMetropolis

Visi Andi Sumangerukka, Bangun Ekosistem Nelayan Sultra dari Hulu ke Hilir, Siapkan Sekolah dan Hunian

373
×

Visi Andi Sumangerukka, Bangun Ekosistem Nelayan Sultra dari Hulu ke Hilir, Siapkan Sekolah dan Hunian

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sultra kini mencanangkan pembangunan “Kampung Nelayan Merah Putih”, sebuah program terintegrasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari dukungan daerah terhadap program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Bukan sekadar bantuan sosial biasa, Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran besar sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Setiap rumah nelayan yang dibangun di kawasan tersebut mendapat dukungan dana senilai Rp50 juta, memastikan nelayan mendapatkan hunian yang layak dan permanen.

Lebih dari itu, Gubernur Andi Sumangerukka memiliki visi yang jauh ke depan. Pembangunan ini dirancang sebagai penciptaan ekosistem hulu-hilir yang ideal.

“Bukan hanya rumah, tapi kita juga siapkan sekolah untuk anak-anak nelayan. Jadi, ekosistemnya kita bangun dari hulu sampai hilir,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Komitmen ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup dan pendidikan keluarga nelayan, memastikan bahwa generasi penerus di Sultra memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Kampung Nelayan Merah Putih menjadi strategi utama Pemprov Sultra untuk mengoptimalkan potensi sumber daya laut Bumi Anoa yang melimpah.

Dengan penataan kawasan yang terpadu, diharapkan sektor perikanan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menarik investor dan mendorong ekspor hasil laut ke pasar global.

Gubernur menekankan pentingnya hilirisasi produk perikanan. “Identifikasi potensi perikanan itu penting. Kalau bahan bakunya habis, kita harus mengembangkannya lagi. Itu membutuhkan pabrik pengalengan ikan. Saya sudah meninjau, dan infrastruktur pendukungnya memungkinkan,” ungkapnya, menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan nilai tambah produk perikanan Sultra.

Kepala PPS Kendari, Asep Saepulloh, menjelaskan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari KKP RI dengan alokasi Rp22 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana.

Enam daerah telah diprioritaskan sebagai lokasi pembangunan, yaitu:
Kabupaten Muna.
Kabupaten Buton Utara.
Kabupaten Buton Selatan.
Kabupaten Konawe.
Kabupaten Kolaka.
Kabupaten Bombana.

Setiap Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pabrik es, cold storage (gudang pendingin), Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN), tempat pendaratan ikan, serta unit pengolahan hasil laut.

“Fasilitas ini mampu mempercepat rantai produksi dan distribusi hasil perikanan, sekaligus menekan biaya operasional nelayan agar pendapatan mereka meningkat,” kata Asep Saepulloh.

Melalui sinergi antara Pemprov Sultra dan KKP RI, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sekadar membangun desa nelayan, tetapi membangun peradaban baru yang kuat, mandiri, dan sejahtera di sektor kelautan Sultra.

Program ini menjadi lokomotif penguatan ekonomi yang menggerakkan wilayah pesisir menuju masa depan yang lebih cerah. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!