Kriminal

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yonif 823 di Baubau, Target Rampung Akhir 2025

103
×

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Pembangunan Yonif 823 di Baubau, Target Rampung Akhir 2025

Sebarkan artikel ini
kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

BAUBAU,  – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (4/11/2025). Kunjungan ini berfokus pada peninjauan progres pembangunan infrastruktur pertahanan di kawasan timur Indonesia.

Kedatangan Menhan beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Turut hadir menyambut antara lain Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Baubau, Bupati Buton Selatan Muh. Adios, serta jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.

Rombongan Menhan juga diperkuat oleh sejumlah pejabat tinggi TNI, termasuk Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, dan Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto.

Tujuan utama kunjungan kerja Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kali ini adalah meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 823/Raja Wakaaka yang berlokasi di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau.

Selain meninjau lokasi pangkalan utama, Menhan RI juga melihat secara langsung Marshalling Area sementara yang digunakan Batalyon 823, yang berlokasi di eks RSUD dan Gedung Pancasila Kota Baubau.

Dalam keterangannya, Menhan mengungkapkan bahwa pembangunan pangkalan utama satuan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

“Pembangunan ini terus kita kejar. Pangkalan utama Batalyon Infanteri 823/Raja Wakaaka ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (4/11/2025).

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan pertahanan, khususnya untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indonesia bagian timur, sejalan dengan kebijakan penguatan pertahanan nasional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!