PERDETIKNEWS, KENDARI – Wali Kota Kendari, Dr. H. Siska Karina Imran, menunjukkan sikap transparansi yang jarang dilakukan pejabat publik.

Dalam forum terbuka, ia membongkar kondisi keuangan daerah, mulai dari utang yang menumpuk hingga capaian pembangunan yang diraih bersama Wakil Wali Kota Sudirman.

“Ini bukan uang saya, ini uang rakyat. Semua orang harus tahu tanpa harus ditutup-tutupi,” ujar Siska dalam ekspose satu tahun kepemimpinannya, Selasa (20/2/2026).

Siska membeberkan data utang pemerintah kota yang terakumulasi hingga Rp 512,71 miliar.

Rinciannya, utang pada 2021 sebesar Rp 25,02 miliar, 2022 Rp 27 miliar, 2023 melonjak menjadi Rp 150,41 miliar, dan 2024 bertambah lagi menjadi Rp 309,42 miliar.

Meski demikian, pemerintahan Siska-Sudirman telah membayar Rp 178,5 miliar dari total utang tersebut. Sisa utang yang belum terlunasi kini sebesar Rp 334,1 miliar.

“Saya dan Pak Wakil yang bertanggung jawab penuh bagaimana utang ini harus terbayar. Tanpa memikirkan yang lalu-lalu, karena itu adalah tugas utama kita,” tegasnya.

Siska juga membedakan dua jenis kewajiban keuangan. Pertama, utang Rp 70 miliar kepada pihak ketiga yang sebenarnya bukan utang melainkan alokasi anggaran yang sudah ada dan berada di pemerintah provinsi.

Kedua, utang Rp 512 miliar yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya dengan alokasi yang tidak jelas.

Menyikapi isu janji kampanye Rp 100 juta per RT yang belum terealisasi, Siska menegaskan komitmennya untuk menepati.

“Insyaallah akan saya tunaikan, walaupun tidak langsung Rp 100 juta sekaligus. Dalam waktu lima tahun, saya akan tuntaskan itu Rp 100 juta per RT,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai pemimpin, ia memilih untuk menyelesaikan utang daerah terlebih dahulu daripada hanya fokus pada program populis.

“Saya kalau mau egois gampang. Untuk apa saya bayar utang ini? Mending saya melaksanakan program yang sudah saya canangkan untuk lima tahun. Tapi itu tidak boleh. Ini tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Di tengah tantangan keuangan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kendari menunjukkan tren positif.

Pada 2023, PAD tercatat Rp 343,3 miliar dan naik menjadi Rp 409,5 miliar pada 2024, atau tumbuh 19,28 persen.

Namun, capaian investasi mengalami penurunan dari Rp 889,1 miliar pada 2024 menjadi Rp 719,1 miliar pada 2025. Siska menyebut kendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum selesai antara Kendari dengan Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan sebagai salah satu penyebabnya.

Meski demikian, investasi asing masih masuk ke Kendari dengan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 623,8 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 95,2 miliar.

Investor berasal dari Tiongkok, Singapura, Belanda, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan.
Sektor Pariwisata dan BUMD Menggeliat
Sektor pariwisata Kendari menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Pantai Nambo mencatat kenaikan kunjungan dari 7.236 pada 2024 menjadi 33.000 pada 2025, atau naik 364,4 persen. Pendapatan Asli Daerah dari obyek wisata ini juga melonjak dari Rp 117 juta menjadi Rp 560 juta.

Kebun Raya Kendari juga mengalami peningkatan kunjungan dari 44.000 menjadi 109.000 pengunjung, atau naik 148 persen..Kontribusi PAD-nya naik dari Rp 371 juta menjadi Rp 825 juta.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kendari menunjukkan perbaikan kinerja. Perumda Aneka Usaha yang sempat direkomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ditutup, kini berhasil bangkit.

Dari modal awal Rp 3 juta dan pendapatan Rp 39 juta pada 2024, kini mampu menghasilkan Rp 435 juta pada 2025 dengan kunjungan naik 364 persen.

PDAM Tirta Anoa juga menunjukkan kinerja positif. Jumlah pelanggan naik dari 11.252 menjadi 12.929, pendapatan naik dari Rp 1,5 miliar menjadi Rp 1,8 miliar, dan mampu menyimpan profit Rp 300 juta per bulan.

Seluruh pegawai PDAM kini menerima gaji tepat waktu, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang sering tertunda dua hingga tiga bulan.

Kepemimpinan Siska Karina Imran dan Sudirman dalam satu tahun terakhir ditandai dengan sikap transparansi yang tinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Meski dihadapkan pada tantangan utang yang besar, pemerintah kota menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan kewajiban finansial sambil terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik. (red)

Penulis: Redaksi Perdetiknews.com
Editor:  Ikhsan

11 / 100 Skor SEO