KENDARI, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan hingga saat ini belum menetapkan satu pun pelaku UMKM untuk mengisi Tenan UMKM dalam rangka HUT Sultra ke-62.
Hal ini sekaligus menepis isu yang beredar mengenai adanya pungutan biaya sewa stand kepada para pedagang.
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badalah, menyatakan bahwa informasi terkait daftar nama UMKM yang telah masuk maupun biaya sewa yang dibebankan adalah hoaks.
“Sampai hari ini belum ada UMKM yang ditetapkan mendapatkan lapak UMKM. Jadi kalau ada informasi soal biaya sewa atau daftar nama yang sudah masuk, itu tidak benar,” ujar Ridwan saat ditemui di kawasan Eks MTQ Kendari, usai mendampingi Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka meninjau kesiapan lokasi, Sabtu (11/4/2026).
Ridwan menjelaskan, penentuan UMKM yang akan berpartisipasi harus melalui proses kurasi atau seleksi kelayakan terlebih dahulu.
Proses ini bertujuan untuk menjamin kualitas produk yang akan ditampilkan selama pameran berlangsung.
Sesuai jadwal, tahapan kurasi akan dilaksanakan mulai Selasa hingga Jumat mendatang oleh tim kurator dari Dinas Pariwisata Sultra dan OPD terkait yang memiliki sertifikasi khusus.
“Penetapan final UMKM yang mendapatkan stand baru akan diputuskan pada Selasa depan setelah proses kurasi selesai. Kami ingin memastikan produk yang ditampilkan benar-benar unggulan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ridwan mengungkapkan bahwa Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) memberikan instruksi ketat agar perhelatan akbar ini dijalankan dengan prinsip efisiensi anggaran.
Meskipun melibatkan agenda besar seperti Semarak Dirgantara yang mendatangkan 1.000 personel TNI AU serta Festival Bokori yang menghadirkan Chef Juna, total anggaran yang digunakan tetap di bawah angka Rp 2 miliar.
“Anggaran kita sangat efisien, di bawah Rp 2 miliar. Ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kegiatan serupa di tingkat kabupaten yang bisa menelan biaya hingga Rp 4 miliar. Meski hemat, skalanya tetap level provinsi dengan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” jelas Ridwan.
Rangkaian peringatan HUT Sultra tahun ini akan difokuskan pada tiga agenda utama:
Harmoni Sultra: Pameran pembangunan dan UMKM di Eks MTQ Kendari.
Semarak Dirgantara: Atraksi kedirgantaraan yang dihadiri jajaran petinggi Mabes TNI AU.
Festival Bokori: Ajang promosi wisata unggulan yang akan menampilkan atraksi flyboard langsung oleh Gubernur Andi Sumangerukka.
Pemerintah Provinsi mengimbau para pelaku UMKM dan masyarakat untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal pemerintah dan tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan fasilitas stand dengan imbalan biaya tertentu. (red)


Tinggalkan Balasan