KENDARI, – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mematangkan rencana kebijakan progresif guna mendorong efisiensi anggaran dan pola hidup sehat di lingkungan birokrasi.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (purn) Andi Sumangerukka menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mulai bersiap beralih menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor.

Langkah ini dicanangkan sebagai upaya nyata untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor sekaligus menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Gubernur menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah gerakan moral sekaligus sarana olahraga bagi para abdi negara.

“Kita nanti gunakan sepeda. Saya dengan para Forkopimda sudah sepakat bahwa nanti kita bersepeda ke kantor,” ujar Gubernur ASR, sapaan akran Andi Sumangerukkan di ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Selasa 31 Maret 2026.

Penerapan aturan anyar ini rencananya akan dilakukan secara bertahap agar tidak mengejutkan para pegawai. Pada tahap awal, kewajiban bersepeda diberlakukan satu hari dalam seminggu. Secara konsisten, frekuensi tersebut akan ditingkatkan menjadi dua hari pada minggu-minggu berikutnya.

Gubernur memproyeksikan adanya penghematan besar jika sekitar 23.000 ASN di lingkungan Pemprov Sultra secara serentak memarkirkan kendaraan mereka. Menurutnya, pengurangan konsumsi BBM ini akan berdampak positif pada efisiensi anggaran, baik secara pribadi maupun skala makro.

“Coba 23.000 PNS ini tidak pakai mobil, pakai sepeda semua. Bayangkan saja berapa banyak BBM yang bisa kita hemat,” tuturnya optimis.

Dalam arahannya yang tegas, Gubernur meminta jajaran pejabat eselon untuk memberikan contoh langsung kepada bawahannya. Secara khusus, ia menyebut nama Direktur RSUD Bahteramas dr. H. Sukirman hingga Staf Ahli Bidang Ekonomi Muhammad Yusuf untuk mendampinginya bersepeda langsung dari kediaman menuju kantor.

Ia menekankan bahwa ke depan, penggunaan mobil dinas hanya diperbolehkan untuk kegiatan yang bersifat seremonial atau mendesak saja. “Jadi untuk sementara, parkirkan dulu mobil dinas,” tegasnya.

Menyadari aspek kenyamanan pegawai, Gubernur juga mengingatkan jajarannya untuk segera membenahi fasilitas pendukung di kantor, terutama ketersediaan air bersih di kamar mandi. Hal ini dinilai krusial agar para pegawai dapat mandi dan berganti pakaian kerja setelah menempuh perjalanan dengan sepeda.

Bagi ASN yang belum mahir, Gubernur mengimbau agar mulai belajar bersepeda dalam waktu dekat. Sebagai tindak lanjut teknis, Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pariwisata, diminta segera melakukan rapat koordinasi guna mematangkan implementasi kebijakan ramah lingkungan ini. (red)

13 / 100 Skor SEO