KENDARI – PT Ta’disangka resmi meluncurkan proyek perumahan Mutiara Hills di Kota Kendari sebagai salah satu hunian subsidi unggulan yang berlokasi strategis di kawasan Lepo-Lepo.
Direktur Pelaksana PT Ta’disangka, Rustam Samba, menyampaikan bahwa Mutiara Hills dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat memiliki rumah tanpa beban biaya awal melalui skema DP 0 persen dan tanpa biaya akad.
“DP nol, akad nol, gratis semua. Tidak ada biaya-biaya, langsung bayar cicilan,” ujarnya saat peluncuran di Kendari, Kamis (9/4/2026).
Perumahan ini berada di kawasan Bukit Lepo-Lepo Indah, tepatnya di Jalan Pajaitan, dengan posisi yang dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 500 meter dari Rumah Sakit Hermina Kendari serta dekat dengan berbagai fasilitas publik seperti sekolah, SPBU, dan kantor kepolisian.
Rustam menegaskan bahwa lokasi menjadi salah satu keunggulan utama Mutiara Hills, selain konsep hunian yang tetap mengedepankan kenyamanan meski berada di tengah kota.
Mutiara Hills menawarkan rumah subsidi dengan spesifikasi kompetitif, di antaranya luas tanah 7 x 13 meter dengan desain minimalis model zig-zag yang memberikan kesan modern dan fungsional.
Setiap unit juga dilengkapi kelebihan lahan tambahan, yakni 4 meter di bagian depan, 3 meter di belakang, serta 1 meter di samping, sehingga memberikan ruang lebih bagi penghuni.
Dari sisi kualitas bangunan, pengembang menggunakan material yang lebih unggul dibandingkan standar rumah subsidi pada umumnya.

Salah satunya penggunaan pintu berbahan baja dari Fortress yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
“Kita tidak pakai pintu kayu, tapi baja. Selain itu kawasan ini bebas banjir dan aksesnya sangat mudah,” jelas Rustam.
Selain hunian, PT Ta’disangka juga menyiapkan fasilitas pendukung di dalam kawasan, seperti masjid, jalan utama yang representatif, taman, serta ruang terbuka hijau guna menunjang kenyamanan lingkungan.
Untuk harga, setiap unit di Mutiara Hills dipasarkan sebesar Rp173 juta sesuai ketentuan rumah subsidi pemerintah.
Namun, skema tanpa DP menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya awal pembelian rumah.
“Di tempat lain DP bisa sampai Rp20 juta, di sini nol. Ini untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah,” tegasnya.
Program ini turut didukung oleh perbankan nasional seperti Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Mandiri yang siap memfasilitasi pembiayaan.
Pimpinan BNI Cabang Kendari, H. Ishak, menilai Mutiara Hills memiliki potensi besar di pasar, bahkan sebelum peluncuran resmi minat masyarakat sudah cukup tinggi.
“Sebelum launching saja user sudah banyak. Ini pasti cepat terjual,” katanya.
Saat ini pembangunan Mutiara Hills telah berjalan dengan alat berat yang sudah beroperasi di lokasi. PT Ta’disangka menargetkan serah terima tahap awal dapat dilakukan pada Juni 2026.
Rustam menegaskan proyek ini merupakan bagian dari komitmen pengembang dalam mendukung program pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
“Tujuan kami supaya masyarakat Kendari bisa punya rumah. Jangan dipersulit,” tutupnya. (red)


Tinggalkan Balasan