Travel TI – PerdetikNews.com https://perdetiknews.com Terus Berkabar dan Mengabarkan Mon, 16 Feb 2026 00:44:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1 https://perdetiknews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-ChatGPT-Image-1-Sep-2026-05.17.13-32x32.png Travel TI – PerdetikNews.com https://perdetiknews.com 32 32 Polisi Masih Dalami Kasus Travel TI, Ada Indikasi Pihak Lain Terlibat https://perdetiknews.com/polisi-masih-dalami-kasus-travel-ti-ada-indikasi-pihak-lain-terlibat/ https://perdetiknews.com/polisi-masih-dalami-kasus-travel-ti-ada-indikasi-pihak-lain-terlibat/#respond Mon, 16 Feb 2026 00:44:26 +0000 https://perdetiknews.com/?p=14276 KENDARI, – Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari terus menelisik dugaan penyalahgunaan dana jemaah umrah yang melibatkan Travel TI.

Kanit Tipidter Satreskrim, IPDA Ariel Mogens Ginting, menegaskan penyelidikan kini tengah fokus pada kemungkinan keterlibatan pihak lain selain terduga pelaku utama.

“Pendalaman saat ini masih difokuskan pada pengelola dana, tapi kami tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang turut menikmati hasil kejahatan atau ikut terlibat dengan sadar dan niat jahat,” ujar IPDA Ariel Mogens Ginting, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, penyidik tengah mencari bukti-bukti yang bisa mengungkap mens rea atau unsur kesengajaan pihak lain yang terlibat.

“Kalau terbukti, tidak menutup kemungkinan ada terduga baru yang akan kami tetapkan. Ini bukan hanya satu orang, kami ingin memastikan semua pihak yang bersalah diproses hukum,” tambahnya.

Modus penggunaan dana jemaah lintas gelombang keberangkatan membuat polisi menyoroti jaringan transaksi dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap rekening.

“Alur dana ini akan kami telusuri sampai ke akar. Setiap rupiah harus jelas penggunaannya, jika tidak, hukum akan menjerat siapa pun yang terlibat,” tegas IPDA Ariel.

Sementara itu, polisi masih mendata jumlah korban dan total kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Penyidikan dijalankan secara profesional dan transparan, dengan menunggu bukti yang cukup sebelum menetapkan tersangka baru.

Hingga kini, pihak Travel TI belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam penyalahgunaan dana jemaah umrah. (red)

]]>
https://perdetiknews.com/polisi-masih-dalami-kasus-travel-ti-ada-indikasi-pihak-lain-terlibat/feed/ 0
Travel TI Diduga Gunakan Dana Jemaah Gelombang Sebelumnya, Polisi Dalami Aliran Uang https://perdetiknews.com/travel-ti-diduga-gunakan-dana-jemaah-gelombang-sebelumnya-polisi-dalami-aliran-uang/ https://perdetiknews.com/travel-ti-diduga-gunakan-dana-jemaah-gelombang-sebelumnya-polisi-dalami-aliran-uang/#respond Mon, 16 Feb 2026 00:34:22 +0000 https://perdetiknews.com/?p=14273 Kendari – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari melalui Unit II Tipidter terus mendalami dugaan penyalahgunaan dana jemaah umrah yang melibatkan biro perjalanan Travel TI.

Penyidikan awal mengungkap pola penggunaan dana lintas gelombang keberangkatan yang berpotensi menimbulkan defisit berantai.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, PDA Ariel Mogens Ginting, menjelaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap saksi dan pengumpulan dokumen sejak Senin (16/2/2026) dini hari.

“Pendalaman awal menunjukkan adanya penggunaan dana jemaah lintas periode keberangkatan. Dana gelombang berikutnya digunakan untuk menutup kekurangan pada gelombang sebelumnya,” ujar Ariel kepada wartawan, Senin 16 Februari 2026.

Dari hasil sementara, ditemukan defisit dana operasional sebesar Rp700 juta pada gelombang Januari 2026, yang ditutup menggunakan dana gelombang Februari.

Dana gelombang Februari masuk Rp1,2 miliar, namun terserap untuk menutup defisit Januari dan biaya awal keberangkatan Februari sehingga masih terdapat kekurangan Rp1,04 miliar yang kemudian ditutup dengan dana gelombang Maret.

Ariel menambahkan, pendalaman juga menemukan indikasi penggunaan rekening pribadi untuk operasional perusahaan.

“Rekening perusahaan dan rekening pribadi terduga pelaku sama-sama atas nama yang bersangkutan. Ini masih kami dalami,” kata Ariel.

Sementara itu, jumlah korban sementara masih dalam pendataan dan berpotensi bertambah karena dana gelombang Maret sudah digunakan.

Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik dugaan penyalahgunaan dana ini.

Polresta Kendari menegaskan, penyidikan akan dilaksanakan secara profesional dan transparan. Masyarakat pun diimbau tetap tenang menunggu hasil resmi penyidikan.

Hingga berita ini diturunkan, pewarta masih berupaya menghubungi pihak Travel TI untuk hak jawab terkait kasus ini. (red)

]]>
https://perdetiknews.com/travel-ti-diduga-gunakan-dana-jemaah-gelombang-sebelumnya-polisi-dalami-aliran-uang/feed/ 0