investasi nikel Sultra – PerdetikNews.com https://perdetiknews.com Terus Berkabar dan Mengabarkan Mon, 02 Feb 2026 01:21:29 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1 https://perdetiknews.com/wp-content/uploads/2026/09/cropped-ChatGPT-Image-1-Sep-2026-05.17.13-32x32.png investasi nikel Sultra – PerdetikNews.com https://perdetiknews.com 32 32 Kawasan IPIP Kolaka Terus Digenjot, DPR RI Pastikan Dukungan Keberlanjutan https://perdetiknews.com/kawasan-ipip-kolaka-terus-digenjot-dpr-ri-pastikan-dukungan-keberlanjutan/ https://perdetiknews.com/kawasan-ipip-kolaka-terus-digenjot-dpr-ri-pastikan-dukungan-keberlanjutan/#respond Sun, 01 Feb 2026 01:11:21 +0000 https://perdetiknews.com/?p=13615 Kolaka – Pembangunan Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Kabupaten Kolaka terus menunjukkan progres positif. Hal ini terungkap saat Kawasan IPIP menerima kunjungan inspeksi gabungan dari Komisi V DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka guna meninjau langsung perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang memimpin delegasi tersebut menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan investasi IPIP di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, wilayah Kolaka memiliki keunggulan strategis berupa kekayaan sumber daya nikel yang melimpah, sehingga pembangunan kawasan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat daerah.

Dalam pertemuan di ruang konferensi, CEO IPIP Ning Jiancheng memaparkan secara detail rencana tata letak industri masa depan serta kemajuan pembangunan fisik yang tengah berjalan. Hingga saat ini, proyek dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan besar, yang sekaligus menjadi bukti efisiensi pengelolaan proyek berskala nasional di daerah.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menambahkan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi di Kolaka sangat strategis namun memerlukan perhatian serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama agar rantai industri nikel ini mampu meningkatkan daya saing global.

Rangkaian inspeksi kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area site pembangunan. Delegasi DPR RI dan Bupati Kolaka, H. Amri, melihat dari dekat kemajuan proyek Smelting Plant serta berbagai fasilitas pendukung kawasan. Tim inspeksi memberikan apresiasi terhadap kualitas konstruksi dan sistem manajemen lingkungan yang diterapkan oleh pihak pengelola.

Sebagai salah satu pilar PSN, IPIP berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama erat dengan pemerintah guna memastikan percepatan pembangunan industri nikel. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan. (red)

]]>
https://perdetiknews.com/kawasan-ipip-kolaka-terus-digenjot-dpr-ri-pastikan-dukungan-keberlanjutan/feed/ 0
Polres Kolaka Diduga Tutup Mata atas Pemalangan dan Dugaan Pungli di Pomalaa https://perdetiknews.com/polres-kolaka-diduga-tutup-mata-atas-pemalangan-dan-dugaan-pungli-di-pomalaa/ https://perdetiknews.com/polres-kolaka-diduga-tutup-mata-atas-pemalangan-dan-dugaan-pungli-di-pomalaa/#respond Sat, 31 Jan 2026 21:23:55 +0000 https://perdetiknews.com/?p=13563 Kolaka – Dugaan pemalangan jalur tambang dan praktik pungutan liar (pungli) di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan publik.

Aksi ini berlangsung sejak Agustus 2025 hingga akhir Januari 2026 dan diduga melibatkan koordinasi dengan pihak TRK serta ancaman terhadap karyawan perusahaan, termasuk PT Toshida Indonesia.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Sultra, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa pemalangan dilakukan sekelompok warga yang membawa senjata tajam dan meminta pungutan sebesar 1,5 dolar AS per kendaraan agar truk pengangkut ore nikel bisa melintas.

“Bentuk permintaannya kalau mens rea-nya saya kurang tahu, tapi secara umum mereka minta ‘kalau lewat bayar’,” kata Pak Umar, salah satu perwakilan perusahPolres Kolaka Diduga Tutup Mata atas Pemalangan dan Dugaan Pungli di Pomalaa..

Pihak perusahaan menegaskan, mereka tidak menanggapi permintaan tersebut secara langsung karena tidak ada legalitas resmi dari pihak yang mengaku TRK.

“Kami bicara harus ada legalitas. Kalau tidak ada, seperti berbicara tidak ketemu benang merahnya,” ujar Pak Umar. Di lapangan, pihak TRK disebut dilibatkan oleh warga yang memalangi jalan, meski legalitas formalnya masih dipertanyakan.

Kasus ini juga memunculkan dugaan teror terhadap karyawan perusahaan. Nama Najamuddin dan Jojon disebut diduga melakukan intimidasi, memukul seorang karyawan bernama Fajar, bahkan mengikuti rumah staf perusahaan. “Diteror lah, lebih kurang begitu,” kata Pak Umar.

Publik menyoroti sikap Polres Kolaka yang terkesan membiarkan aksi ini berlarut-larut. Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando, mengakui pengamanan sempat diminta pada Januari lalu terkait insiden pemalangan kedua. Namun, pengamanan ditarik sementara dengan alasan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fernando menegaskan, pihaknya bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan pengancaman.

“Setelah saya terima informasi, saya langsung gelarkan. Berdasarkan video, pengancaman sudah dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Fernando menambahkan, meskipun pihak perusahaan belum sempat bertemu langsung dengannya, kasus tetap dimonitor sejak ia menjabat.

Sementara untuk dugaan perintangan atau pemalangan, Fernando menjelaskan bahwa alat bukti masih dilengkapi karena bersifat kasuistis.

“Kami menyesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan,” katanya.

Hingga saat ini, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi resmi ke pihak TRK terkait dugaan koordinasi mereka dengan warga pemalangan serta legalitas kegiatan tersebut.

DPRD Sultra dan masyarakat menilai pembiaran ini berpotensi merusak iklim investasi serta mengganggu kelangsungan produksi nikel di Kolaka.

Publik menuntut kepolisian bertindak tegas, menegakkan hukum, dan memastikan jalur tambang kembali aman dari praktik pemalangan dan pungli yang telah berlangsung berbulan-bulan, Jangan ada

‘Negara Dalam Negara!!!’. (red)

]]>
https://perdetiknews.com/polres-kolaka-diduga-tutup-mata-atas-pemalangan-dan-dugaan-pungli-di-pomalaa/feed/ 0