KENDARI – Musyawarah Besar (MUBES) III Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) Sulawesi Tenggara yang berlangsung dinamis akhirnya melahirkan pemimpin baru. Ferdi, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Halu Oleo (UHO), resmi terpilih untuk menakhodai organisasi paguyuban mahasiswa “Bumi Latemmamala” tersebut.
Terpilihnya pemuda kelahiran 15 Juni 2006 ini membawa harapan baru bagi soliditas mahasiswa Soppeng di tanah rantau. Ferdi, yang memiliki latar belakang organisasi kuat sejak usia sekolah, berhasil meraih kepercayaan dari para delegasi organisasi daerah (organda) yang hadir.
Dalam pernyataan perdananya pasca-terpilih, Ferdi memberikan penekanan emosional mengenai visi besarnya dalam menjaga kesejahteraan sosial sesama mahasiswa perantau. Ia menegaskan bahwa IMPS Sultra harus menjadi pelindung bagi setiap anggotanya.
“Di tanah rantau, persaudaraan adalah kekuatan utama. Dengan mempererat simpul persaudaraan ini, saya pastikan tidak ada warga Soppeng yang merasa sendirian dalam perjuangannya di negeri orang,” tegas Ferdi di hadapan para peserta Mubes.
Pernyataan ini disambut hangat sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge secara nyata dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di Sulawesi Tenggara.
Ferdi merupakan putra asli berdarah Bugis Soppeng yang menetap di Kolaka Timur, dengan akar keluarga di wilayah Mannagae, Soppeng. Pengalaman organisasinya yang matang menjadi modal utama dalam memimpin IMPS Sultra:
Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Lambandia: Pernah memimpin organisasi pramuka tingkat kecamatan yang membentuk karakter kedisiplinan dan manajerialnya.
HMPS Ilmu Pemerintahan UHO: Aktif berproses dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi, memperkuat pemahamannya dalam tata kelola organisasi dan advokasi.
Selain memperkuat internal, Ferdi juga berencana melanjutkan program-program strategis dari pengurus sebelumnya, termasuk mendorong semangat kewirausahaan dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan lain di Sultra.
Kemenangan Ferdi disambut baik oleh para alumni dan sesepuh Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) Sultra. Ia diharapkan mampu membawa IMPS Sultra menjadi organisasi yang lebih progresif dan inklusif, memastikan setiap mahasiswa asal Soppeng memiliki wadah untuk berkembang bersama. (red)



Tinggalkan Balasan