Makassar – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tak hanya menjadi ajang temu bisnis, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar saudagar dari berbagai daerah.
Salah satu peserta asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Mustamin Hamzah, menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dalam forum tersebut.
“Yang paling penting dari PSBM ini adalah jangan sampai kita melepas silaturahmi. Dari situlah semua peluang bermula,” kata Mustamin saat ditemui di sela registrasi di Hotel Claro Makassar, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, hubungan yang terjalin antar saudagar tidak boleh berhenti hanya di forum tahunan, tetapi harus terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau silaturahmi kita kuat, insyaallah kolaborasi bisnis juga akan ikut terbuka dengan sendirinya,” ujarnya.
Mustamin menyebut PSBM bukan hanya sekadar ruang transaksi ekonomi, melainkan wadah untuk memperkuat nilai kekeluargaan di antara warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Ia menilai, kekuatan utama saudagar Bugis Makassar terletak pada jaringan sosial yang erat dan saling percaya.
“Di KKSS ini yang kita jaga adalah rasa kekeluargaan. Itu yang tidak boleh hilang walaupun kita berasal dari daerah yang berbeda,” jelasnya.

Menurut Mustamin, agenda seperti business matching memang penting untuk membuka peluang investasi dan kerja sama. Namun, ia menekankan bahwa fondasi utamanya tetap pada hubungan baik antar individu.
“Business matching itu penting, tapi fondasinya tetap silaturahmi. Kalau hubungan baik, komunikasi lancar, maka kerja sama juga akan lebih mudah terbangun,” katanya.
Ia juga menilai keputusan panitia yang meniadakan agenda welcome dinner tidak mengurangi esensi kegiatan.
“Yang penting bukan acaranya, tapi bagaimana kita bisa tetap saling bertemu, berkomunikasi, dan menjaga hubungan,” ujarnya.
Mustamin berharap, setelah PSBM selesai, para peserta tetap menjaga komunikasi dan tidak memutus hubungan yang sudah terjalin.
“Silaturahmi ini harus terus dijaga. Jangan sampai setelah pulang dari sini, hubungan kita terputus,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan menjaga hubungan yang baik, peluang usaha dan kolaborasi akan terus terbuka ke depan.
“Intinya, jangan lepas silaturahmi. Dari situlah keberkahan dan peluang usaha akan terus mengalir,” tutupnya. (red)












Tinggalkan Balasan